Total Pageviews

Diberdayakan oleh Blogger.

Marquee Beri Donasi

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>
Daftar Alamat dan Nomor Telepon Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat PKM) di Kabupaten Pasaman Propinsi Sumbar: 1. Puskesmas Bonjol. Alamat: Jl. Lintas Sumatera Nagari Kp Sianok Nagari Ganggo Hilia,Kec.Bonjol. Jenis (type): Perawatan 2. Puskesmas Ladang Panjang. Alamat: Jl. Lintas Padang Sawah Kumpulan, Kec. Bonjol. Jenis (type): Perawatan 3. Puskesmas Kumpulan. Alamat: Jl. Lintas Sumatera Nagari Lima Kuto, Kec. Bonjol. Jenis (type): Non Perawatan 4. Puskesmas Simpati. Alamat: Jl. Padang Sawah Kumpulan, Kec. Bonjol. Jenis (type): Non Perawatan 5. Puskesmas Lubuk Sikaping. Alamat: Jl. Prof. Dr. Hamka, Kec. Lubuk Sikaping. Jenis (type): Non Perawatan 6. Puskesmas Sundatar. Alamat: Jl. Lintas Padang Medan Jrg Salibawan, Kec. Lubuk Sikaping. Jenis (type): Non Perawatan 7. Puskesmas Cubadak.Alamat: Jl. Raya Simpang Empat Panti, Kec. II Koto. Jenis (type): Perawatan 8. Puskesmas Simpang Tonang. Alamat: Jl. Simpang Lambau Jrg. Tanjung Mas, Kec. II Koto. Jenis (type): Non Perawatan 9. Puskesmas Tapus Alamat: Jl. Lintas Padang Medan No. 26 Ds. Selamat, Kec. Panti. Jenis (type): Perawatan 10. Puskesmas Pegang Baru.Alamat: Jl. Lintas Padang Medan Jrg Bahagia, Kec. Panti. Jenis (type): Non Perawatan 11. Puskesmas Kuamang.Alamat: Jl. Tapus Lundar Jrg Kuamang, Kec. Panti. Jenis (type): Non Perawatan 12. Puskesmas Rao.Alamat: Jl. Lintas Padang Medan Pasar Rao Nagari Tarung-tarung, Kec. Rao. Jenis (type): Perawatan 13. Puskesmas Pintu Padang.Alamat: Jl. Curanting Muaro Tais Km. 18 Ds. Pintu Padang, Kec. Mapat Tunggul. Jenis (type): Perawatan 14. Puskesmas Silayang.Alamat: Nagari Silayang, Kec. Mapat Tunggul Selatan. Jenis (type): Non Perawatan 15. Puskesmas Lansat Kadap. Alamat: Jl. Tunas Harapan Rambah, Kec. Rao Selatan. Jenis (type): Non Perawatan

Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung Capai 17.281 Jiwa


Sabtu, 30 November 2013

Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung Capai 17.281 Jiwa -
duakotopas.com (Medan) – Pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, hingga Jumat malam telah mencapai 17.281 jiwa atau 5.813 kepala keluarga.

Ketua Media Center Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Tarigan ketika dihubungi Antara dari Medan, Jumat mengatakan jumlah pengungsi tersebut, terus bertambah banyak karena erupsi terus terjadi setiap saat.

Oleh karena itu, katanya, masyarakat harus tetap waspada dan meningkatkan kesiagaan untuk menjaga hal-hal yang tidak dinginkan. "Masyarakat jangan sampai lengah erupsi Gunung Sinabung tersebut," kata Jhonson.

Dia menyebutkan, jumlah warga yang meninggalkan kampung halaman mereka dan memilih tinggal di Posko Penampungan di Kota Kabanjahe yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Karo, semakin banyak.

Sebelumnya, jumlah pengungsi erupsi Gunung Sinabung hanya tercatat sebanyak 16.672 orang atau 5.603 kepala keluarga yang berasal dari 21 desa di Kabupaten Karo.

Para pengungsi tersebut ditempatkan di 31 lokasi penampungan di Kabanjahe, beberapa diantaranya, yakni Losd Tiga Binanga, GBKP Payung, dan Masjid Agung Kabanjahe. Asrama Kodim Kabanjahe, Jambur Natolu, Islamik Center, Losd Tanjung Mbelang, Losd Tanjung Pulo dan lainnya.

Sedangkan, pengungsi dari 21 desa, dan dua dusun di Kabupaten Karo, beberapa di antaranya Desa Sukameriah, Desa Guru Kinayan, Desa Selandi Lama, Desa Kutarakyat dan Desa Sigaranggarang di Kecamatan Payung.

Desa Berastepu, Desa Sibintun, Desa Gamber dan Desa Kuta Tengah, Desa Kuta Mbelin, Desa Kebayaken, Desa Kuta Tonggal dan Desa Sukanalu di Kecamatan Simpang Empat.

Desa Bekerah, Desa Simacem, Dusun Lau Kawar, dan Dusun Gugung di Kecamatan Naman Teran. Desa Tiganderket, Desa Mardinding, Desa Temburun dan Desa Kuta Mbaru di Kecamatan Tiganderket.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung dari level "Siaga" menjadi "Awas" terhitung mulai Minggu, (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

Status Awas tersebut berpotensi menyebabkan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 Cm yang jaraknya diperkirakan mampu mencapai 4 Km sehingga masyarakat yang bermukim dalam radius 5 Km dari kawah Gunung Sinabung direkomendasikan untuk diungsikan.

Berita Sumut - republika.co.id

MTQ Tingkat Provinsi XXXV Sumbar di Pasaman Barat Digelar, Masyarakat Kecewa Menag Tak Hadir



MTQ Tingkat Provinsi XXXV Sumbar di Pasaman Barat Digelar, Masyarakat Kecewa Menag Tak Hadir -
duakotopas.com (Simpang Ampek) – Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat provinsi XXXV. MTQ tingkat provinsi di Sumbar ini dibuka secara teleconferece oleh Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali, Sabtu (30/11).

Dalam sambutannya Menag menyampaikan MTQ harus menjadi tempat memahami makna dan arti penting kandungan Alquran, bukan hanya sebatas ajang perlombaan semata.

"MTQ baik dari tingkat daerah, provinsi hingga nasional, harus bisa memacu masyarakat lebih Qurani termasuk memahami dan membaca Alquran lebih berkualitas," ujarnya.

Menag pun meminta agar MTQ ini dijadikan momentum mendorong masyarakat menghilangkan buta aksara Alquran yang saat ini semakin mengancam generasi muda.

Salah satu program pemerintah mendukung pengentasan buta aksara Alquran adalah Gerakan Magrib Mengaji yang saat ini telah dijalankan secara rutin di daerah.

Wakil Gubernur Sumbar, Syahrul D. Marajo berharap, MTQ XXXV tingkat provinsi Sumbar di Pasaman Barat ini dapat memberi sumbangsih bagi kualitas pemahaman Alquran di Tanah Air, khususnya provinsi Sumbar. "

Dengan MTQ ini dapat mendorong kualitas hidup beragama dan memperbaiki tatanan masyarakat," imbuhnya. Sebelumnya menag meminta maaf tidak bisa hadir dalam acara pembukaan MTQ XXXV di Sumbar seperti yang telah diagendakan.

Masyarakat Kecewa.

Masyarakat cukup kecewa dengan ketidakhadiran menag dalam acara pembukaan MTQ XXXV tingkat provinsi Sumbar di Pasaman Barat ini. Yusnizar (49) seorang PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran menag.

Sebab, ia dan seluruh perangkat pemerintahan, sudah jauh hari mempersiapkan MTQ ini. "Kita persiapkan sudah satu bulan, dan hingga hari H menag menyatakan bisa tapi detik terakhir malah gagal berangkat," ujarnya.

Berita Pasaman Barat - republika.co.id

NSA Suntikkan Malware ke 50 ribu PC untuk Sadap Informasi



NSA Suntikkan Malware ke 50 ribu PC untuk Sadap Informasi -
duakotopas.com  – Mantan kontraktor NSA Edward Snowden ternyata belum berhenti membeberkan penyadapan yang dilakukan Badan Keamanan Nasional AS (NSA) dalam beberapa tahun terakhir.

Di antaranya bocoran dari Snowden adalah NSA menggunakan malware untuk menyadap informasi dari puluhan ribu komputer di dunia.

Snowden yang beberapa informasinya terbukti akurat, menyebutkan bahwa NSA tersebut telah menginfeksi 50 ribu jaringan komputer di seluruh dunia melalui program malware, di mana program ini adalah program ilegal yang biasa digunakan peretas untuk menyusup ke ke pengguna PC.

Praktik penyebaran malware inipun disebut sebagai Computer Network Exploitation atau biasa disingkat dengan CNE dan dikelola oleh suatu tim dari NSA bernama Tailored Access Operations. Sebagian besar operasi CNE berlangsung di kawasan Eropa, Amerika Selatan, dan Asia.

Adapun targetnya ialah perusahaan penyedia layanan internet, operator telekomunikasi, dan perusahaan lain yang biasa mengumpulkan informasi pengguna dengan sistem log-in.

Salah satu perusahaan yang menjadi korban dari serangan malware buatan NSA ini ialah operator terkemuka di Belgia, Belgacom.

Cara kerjanya, setelah jaringan terinfeksi, malware tersebut nantinya mampu memberikan akses kepada NSA untuk membuka sejumlah informasi tanpa perlu bersusah payah lagi.

Uniknya, ketika tertanam di suatu jaringan, malware tersebut dapat diaktifkan maupun dimatikan secara manual dari jarak jauh hanya dengan menekan sebuah tombol.

Setelah itu, giliran Tailored Access Operations (TSA) yang bekerja. TSA merupakan sekelompok hacker yang bekerja di bawah naungan NSA.

Salah satu tugas sakralnya ialah membantu pihak intelijen dalam mengumpulkan sejumlah informasi dan data dari jaringan komputer target maupun musuh negara.


Techno - merdeka.com


Selusin Situs Australia 'Kejang-kejang' Diserang Hacker



Selusin Situs Australia 'Kejang-kejang' Diserang Hacker -
duakotopas.com – Setelah serangan tiga setengah jam berturut-turut, akhirnya selusin situs pemerintah Australia tak berkutik. Kini, hacker Indonesia yang digawangi Indonesia Security Down Team klaim sudah menghancurkan 12 situs itu hingga tak bisa diakses.

Pantauan merdeka.com (29/11), dalam akun Twitter @ISDofficialTeam milik Indonesia Security Down Team menyebutkan bahwa sudah 100 persen server milik kedua belas situs pemerintah Australia sudah tidak bisa diakses lagi. Hal ini dikarenakan banyaknya kiriman paket DDoS yang sudah dikirim para hacker tersebut.

Hal ini pun kemudian mereka buktikan dengan melakukan ping melalui status.ws. Hasilnya, IP server 210.193.134.135 dari 12 situs tersebut dinyatakan 100 persen down. Situs itu pun tak bisa diakses dengan IP dari Australia.

Namun, ternyata ada juga beberapa situs yang terlihat masih bisa aktif dan lancar diakses dari Indonesia. Kemungkinan hal ini dikarenakan situs tersebut dialihkan IP-nya sehingga tidak ikut terdampak serangan DDoS.

Beberapa situs yang terpantau masih aman di antaranya adalah archive.coag.gov.au, careers.pmc.gov.au, artbank.gov.au, dan beberapa situs lainnya. Sementara, beberapa situs tercatat sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Hingga kini sendiri belum terlihat adanya pengenduran serangan dari hacker Indonesia. Dari beberapa komando serangan seperti Twitter dan situs resminya, ISD juga belum mengumumkan penghentian serangan DDoS ke situs-situs tersebut.

Sains Techno - merdeka.com


Kematian Pasien RSUP M Djamil Diusut



Kematian Pasien RSUP M Djamil Diusut -
duakotopas.com (Padang) – Kematian salah seorang pasien RSUP M Djamil Padang bernama Zulfiar, 44, masih misterius. Hingga kemarin (29/11), polisi masih menyelidiki penyebab kematian Zulfiar yang diduga dikeroyok di ruang IGD Rabu (27/11) lalu.

”Kami masih menyelidiki penyebab me­ning­galnya Zulfiar. Kami telah memintai keterangan saksi mata dan keluarga korban. Namun hingga sekarang kami masih belum menemukan hasil,” ujar Ka­polsekta Padang Timur, Kompol Erman saat di­hubungi Jumat (29/11).

Erman mengatakan, laporan pihak keluarga korban telah diterima secara resmi pada Rabu sore. Meski demikian, pihaknya belum dapat memperoleh keterangan pihak pelapor akibat pihak pelapor masih berduka. ”Kami belum dapat memintai keterangan dari pelapor soal korban meninggal memang pasca­operasi terhadap otaknya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, rekan korban bernama Zul Wisli melihat Zulfiar dipukuli oleh beberapa orang diduga petugas parkir. ”Bahkan ada yang memukul pakai besi pembatas parkiran dan diinjak-injak. Setelah dipukuli itu, Zulfiar tampak tidak sadarkan diri dan dibawa ke ruang dekontaminasi IGD,” ujarnya.

Pemukulan terhadap korban, terjadi setelah korban mengamuk akibat petugas rumah sakit menolak mera­watnya. Sang petugas menilai rujukan yang dibawa korban dari RS M Zein Painan, hanya untuk rawat jalan di Poliklinik. Zulfiar yang menderita penyakit di bagian perutnya itu emosi, bahkan sempat memukul petugas dan alat-alat yang ada di ruang IGD.

Namun Pejabat Pemberi Informasi dan Doku­mentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof membantah bahwa pasien mengamuk karena pela­yanan yang diberikan pihak rumah sakit kurang optimal. (cr2)


Berita Sumbar - padangekspres.co.id


Polres Pasaman Barat Operasi Zebra Bagi Pengendara



Polres Pasaman Barat Operasi Zebra Bagi Pengendara -
duakotopas.com (Simpang Ampek) – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat mulai melakukan operasi zebra untuk pengamanan tertib lalu-lintas di daerah itu.

"Gelar pasukan operasi zebra telah kami lakukan dengan menurunkan 200 orang personil. Mudah-mudahan operasi tertib lalu-lintas ini bisa berjalan lancar," kata Kapolres Pasbar, AKBP Sofyan Hidayat di Simpang Ampek, Jumat.

Ia menambahkan, dalam operasi zebra itu pihaknya melalui satuan lalu-lintas akan melakukan tindakan cipta kondisi dengan melakukan pendekatan preventif kepada pengendara.

"Kami mengharapkan, kesadaran tertib lalu-lintas itu datang dari si pengandara itu sendiri. Jika sudah dinasehati dan juga terus melanggar maka akan ditindak sesuai dengan kesaalahannya," katanya.

Menurut dia, Pasbar merupakan salah satu kabupaten yang memiliki tingkat kecelakan yang tinggi di Sumbar. Tercatat hingga Oktober 2013 kecelakan lalu-lintas mencapai 120 kasus. Dengan 75 orang meninggal dunia, luka berat 69 orang dan luka ringan 82 orang.

"Kecalakaan itu didominasi oleh kalangan pelajar atau berumur dari 11-20 tahun dengan jumlah 95 orang," tambahnya.

Untuk itu, kata dia, peran orang tua sangat diharapkan dalam memberikan pembinaan bagi anak-anaknya. Kalau perlu anak-anak yang belum cukup umur jangan dibelikan sepeda motor.

"Peran orang tua sangat penting karena pada umumnya kecelakaan lalu-lintas didominasi oleh kalangan pelajar. Padahal dalam aturan pelajar yang belum cukup umur belum bisa memperoleh surat izin mengendara (SIM)," tambahnya.

Kepada orang tua, katanya, hendaknya membudayakan kembali menggunakan sepeda angin bagi anak-anaknya. Tidak saja membuat anak sehat tetapi juga membuat meningkatkan kedispilinan.

Dengan bersepeda, katanya, anak-anak bisa mengatur waktu berapa lama dia pergi dari rumahnya ke sekolah sehingga dia bisa bangun tidur lebih cepat. Hal itu tentunya bisa meningkatkan disiplin memanfaatkan waktu. (*/aml)

ANTARA Sumbar Berita Pasaman Barat - ANTARA Sumbar

Polres Pasaman Bentuk FKPM Untuk Tingkatkan Keamanan



Polres Pasaman Bentuk FKPM Untuk Tingkatkan Keamanan -
duakotopas.com (Lubuk Sikaping) – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman membangun kemitraan dengan masyarakat untuk meningkatkan keamanan pada wilayah domisili penduduk multietnik dengan membentuk Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM).

Kepala Satuan Bimbingan Masyarakat (Binmas), Polres Pasaman, AKP Mustiadi AR.M, di Lubuk Sikaping, Jumat, mengatakan, melalui Community Policing (Polisi Masyarakat) yang dibentuk ditingkat masyarakat diharapkan mampu memberikan efek yang positif bagi berbagai pihak di Pasaman.

Menurut dia, upaya yang dilakukan sekaligus sebagai ajang sosialisasi dalam rangka antisipasi potensi kerawanan dan penegakan pelanggaran hukum Pemilu serta memaksimalkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

Langkah yang dilakukan mempersiapkan suatu wadah berupa forum kemitraan polisi dan masyarakat yang pengurusnya terdiri atas para tokoh masyarakat yang peduli akan Kantibmas.

"Pengurus forum itu dipilih berdasarkan hasil musyawarah atas dasar binaan Wali Nagari dan Babinkamtibmas," tambahnya.

Sebetulnya FKPM itu, sendiri berupa kegiatan sosial yang berpijak pada kebijakan lokal.
Forum ini menjadi mitra dari setiap Wali Nagari, katanya, guna membina keamanan, ketertiban masyarakat dan lingkungan dan juga untuk membina kerukunan sosial kemasyarakatan.

Selain itu, FKPM ini juga berfungsi melakukan pembinaan masyarakat agar taat dan sadar hukum. FKPM bertugas melakukan penyelesaian kasus tindak pindana ringan (Tipiring) di tingkat bawah (Nagari).

"Mereka yang bertugas melakukan penyelesaian berbagai kasus yang terjadi di tengah masyarakat, seperti perkelahian dan Tipiring. Diluar itu diproses di Mapolsek atau Mapolres," katanya.
Saat ini, Polres telah menyosialisasikan upaya ini terutama di kawasan padat penduduk dan multi etnik seperti di Padang Gelugur.

Berdasarkan keterangan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Padang Gelugur, menyebutkan, bahwa di sana ada empat Nagari dan 14 Kejorongan yang dihuni beragam etnis, seperti Minangkabau, Tapanuli, Mandahiling dan Jawa.

"Lokasi permukiman masyarakat tersebut, miniatur Indonesia, penuh keragaman dan multi etnis. Disini pula kami hidup berdampingan dan saling membaur penuh dengan kedamaian. Kedepan kerukunan serta toleransi tetap terjaga dengan baik," harapnya.

Mustiadi juga menghimbau, agar pengurus FKPM yang telah terbentuk agar menggiatkan kembali Siskamling di wilayah masing-masing. Guna menjaga keamanan, ketertiban masyarakat sehingga tercipta situasi yang kondusif. (*/zik)

ANTARA Sumbar Berita Pasaman - ANTARA Sumbar

Polres Pasaman Usut Kasus Kematian Rianto Warga lubuk Sikaping



Polres Pasaman Usut Kasus Kematian Rianto Warga lubuk Sikaping -
duakotopas.com (Lubuk Sikaping) – Kepolisian Resor Kabupaten Pasaman terus melakukan penyelidikan terhadap kasus kematian menimpa korban Rianto Heru Purnomo (52) yang ditemukan keponakannya pada 22 November 2013.

Wakapolres Pasaman Kompol Pahala Simanjuntak, di Lubuk Sikaping, Jumat mengatakan penyidik Polres Pasaman telah memanggil beberapa orang saksi serta pihak keluarga korban untuk dimintai keterangannya terkait meninggalnya Rianto Heru tersebut.

Pihaknya juga telah melakukan penyelelidikan di dua Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) yakni, di rumah korban Jalan Sudirman depan SPBU Lubuksikaping dan di rumah yang sebelumnya Rianto Heru pernah bekerja di jalan Bhakti daerah itu.

Sebelumnya, dilapangan pada Sabtu (25/11) sekitar pukul 10.00 WIB, tim Polres Pasaman yang dipimpin langsung Wakapolres Pasaman telah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kematian korban.

Di kediaman korban persisnya di dalam kamar tempat korban ditemukan tak bernyawa, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti alas kasur, sarung bantal dan sejumlah barang bukti lainnya yang dianggap janggal.

Selain itu, polisi juga malakukan pemeriksaan pada rumah kelaurga korban.
Ed kakak kandung korban yang tengah berada di Jambi mengakui bahwa kematian adik kandungnya itu dinilai pihak keluarga memang tidak wajar.

Pasalnya, hasil visum yang dilakukan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Jambi terhadap korban, terdapat sejumlah luka seperti patah tulang dibagian leher, dada, tulang rusuk remuk dan alat vital korban mengeluarkan darah.

Jadi, secara keseluruhan ditemukan sebelas titik memar ditubuh korban, ungkap Ed. Atas kematian adiknya tersebut, Ed berharap kepada pihak berwajib untuk mengusut secara tuntas.

"Saya yakin, pihak berwajib pasti bisa menemukan titik terangnya dan mengungkap peristiwa kematian saudara kami tersebut," ujarnya. (*/zik)

ANTARA Sumbar Berita Pasaman - ANTARA Sumbar

Empat Tahun Buron, Pelaku Perampokan Tertangkap di Nagari Kajai Pasbar



Empat Tahun Buron, Pelaku Perampokan Tertangkap di Nagari Kajai Pasbar -
duakotopas.com (Batu Sangkar) – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), menangkap Revi (30) salah satu pelaku aksi perampokan yang setelah empat tahun menjadi buronan aparat kabupaten itu.

"Kami bekerja sama dengan Polres Pasaman Barat (Pasbar) berhasil menangkap salah seorang pelaku perampokan yang terjadi empat tahun silam," kata Kapolres Tanah Datar, AKBP Nina Febri Linda didampingi Kasat Reskrim AKP Wahyudi di Batusangkar, Jumat (29/11).

Kapolres menyebutkan, pelaku diamankan di rumahnya Nagari Kajai, Kabupaten Pasbar pada 28 November 2013 sekira pukul 18.00 WIB, setelah mendapat informasi dari masyarakat setempat.

Pelaku Revi bersama empat rekannya melakukan aksi perampokan terhadap pemilik Toko Kurnia Baru di Gudang Penyimpanan Barang Jorong Sijangek, Nagari Simpuruik, Kecamatan Sungai Tarab, pada Senin 21 Desember 2009 sekitar pukul 07:30 WIB.

Pada waktu itu, kawanan rampok berhasil mengambil tas milik korban, Elfiandri, yang berisi empat kunci mobil beserta STNK (BA 8336 EF, BA 9334 EF, BA 9315 EF, dan BA 9280 EF), kunci rumah dan gudang, cek yang belum dicairkan dan uang tunai sekitar Rp25 juta.

Dua dari lima orang perampok berhasil ditangkap, sementara tiga tersangka lainnya kabur termasuk pelaku Revi --yang baru tertangkap Kamis (28/11).

Ia menjelaskan, kawanan perampok itu mulai melakukan aksinya setelah korban tiba di gudang penyimpanan yang berisi produk nestle tersebut.

Korban Elfiandri terpaksa menyerahkan tas miliknya karena salah seorang perampok, Revi, menggunakan senjata tajam.

Berhasil mengambil tas milik korban, kawanan perampok berusaha menarik tas Yenni, Istri Elfiandri, namun upaya tersebut gagal karena korban berteriak.

Mendengar teriakan, beberapa orang karyawan gudang berusaha membantu, tapi usaha itu gagal, karena perampok lainnya, Danil (32, sudah ditangkap), mencoba menghalangi dan mengancam karyawan tersebut.

Tak lama berselang, warga sekitar mulai berdatangan karena juga mendengar teriakan korban. Tiga perampok 'E' (33 masih buron), 'G' (32 masih buron), dan Heri (28, sudah ditangkap), yang berada di dalam mobil Avanza Nopol BM 4245 AE (BA 2244 QQ digunakan untuk penyamaran) segera menjemput kedua kawannya lalu kabur meninggalkan lokasi gudang.

Bersama kedua tersangka disita Barang Bukti uang sebanyak Rp8,6 juta, satu kamera digital dan mobil Avanza warna hitam yang diduga dirental oleh kawanan perampok.

Berita Sumbar - republika.co.id


Ribuan Masyarakat Pasaman Barat Pawai Takruf MTQ XXXV Sumbar


Jumat, 29 November 2013

Ribuan Masyarakat Pasaman Barat Pawai Takruf MTQ XXXV Sumbar -
duakotopas.com (Simpang Ampek) – Ribuan masyarakat Kabupaten Pasaman Barat menyaksikan pawai takruf sembilan belas kontingen MTQ Nasional tingkat Sumbar XXXV di Simpang Ampek.


"Kegiatan takruf merupakan kegiatan rangkaian kegiatan MTQ sebelum dimulai perlombaan pada Jumat (29/11)," kata Bupati Pasaman Barat, Baharuddin R saat melepas secara resmi pawai takruf di depan halaman rumah dinas bupati, Kamis.
Dia menjelaskan pawai takruf itu dimulai dari depan kediaman Bupati Pasaman Barat. Berlanjut menuju bundaran Simpang Ampek-Kampung Cubadak dan kembali ke depan halaman rumah dinas bupati.

Di sepanjang jalan itu, ribuan masyarakat Pasaman Barat terlihat beramai-rama ke jalan menyaksikan pawai takruf yang diiringi drum-band dan penari yang telah disiapkan oleh panitia.

Pawai takruf itu juga menampilkan kebolehan sejumlah kesenian daerah dari beberapa kabupatan/kota. Dari Pasaman Barat diperlihatkan penampilan kesenian reog ponorogo, kesenian gondang sembilan.

Sedangkan kafilah Pariaman juga memamerkan kesenian hoyak tabuik di sepanjang jalan-jalan utama Kota Simpang Ampek, yang sempat membuat penonton terkesima.

Pelaksanan pawai takruf itu mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan dari Polres Pasaman Barat, Satpol PP, Kodim Pasaman, Dinas Perhubungan, dan sejumlah mobil pengiring berlangsung sukses.

Akibatnya, jalan di sekitar arena pawai menjadi macet namun dapat berjalan lancar karena banyaknya pengawalan dari pihak keamanan.

Dia menjelaskan jadwal pembukaan MTQ yang semula direncakan dibuka oleh Menteri Agama Suryadharma Ali Jumat (29/11) ditunda menjadi Sabtu (30/11) pagi pukul 10.00 WIB.

"Kita mohon maaf MTQ pembukaannya ditunda menjadi Sabtu karena Mentri Agama ada agenda kenegaraan. Namun, pada Sabtu (30/11) dipastikanm pembukaan secara resmi oleh Mentri Agama," tambah Kabag Humas.

Lebih jauh dia katakan MTQ di Pasaman Barat mengusung tema, "Melalui budaya baca Alquran, kita wujudkan masyarakat yang beriman, bertaqwa dan berakhlak karimah agar bisa sukses hingga selesai.

Lima sukses itu adalah, sukses penyelenggaraan, sukses partisipasi, sukses prestasi, sukses implementasi, dan sukses adiministrasi. (aml)

ANTARA Sumbar Berita Pasbar - ANTARA Sumbar


Berry Asal Kota Padang Bantah Lakukan Penipuan Terhadap Anggota DPRD Pasbar



Berry Asal Kota Padang Bantah Lakukan Penipuan Terhadap Anggota DPRD Pasbar -
duakotopas.com (SImpang Ampek) – Berry, salah seorang wiraswasta asal Kota Padang membantah dirinya melakukan penipuan jual beli lahan kelapa sawit terhadap anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Dominikus Suprianto senilai Rp1,2 miliar.
"Saya juga korban dan saya akan taat hukum. Biarlah semua proses kita serahkan ke penegak hukum dan jika saya dipanggil akan saya penuhi," tegas Berry di Simpang Ampek, Kamis.

Menurutnya dirinya juga termasuk korban dalam sengketa tanah yang berada di Jorong Gunung Sangkur Kapunduang Nagari Kinali Kecamatan Kinali tersebut.

Sebab, jelasnya, lahan seluas 80 hektar hektar itu dia beli ke salah seorang pensiunan anggota DPR. Saat dilakukan pembelian dia sudah melakukan pengecekan dengan salah seorang petugas Badan Pertanahan
Nasional (BPN) Pasaman Barat sebelum dijual ke Dominukus Suprianto.

Setelah dilakukan pengecekan, lahan itu memang ada dan keabsahannya jelas sesuai dengan keterangan dari petugas BPN Pasaman Barat.

"Bahkan dasar tanah itu saya beli sudah ada yang bersertifikat sebanyak 40 buah. Segala pengurusannya surat-surat saya tanggulangi sampai akhirnya lahan itu saya kuasai,"ujar dia.

Setelah itu, pada 29 Agustus 2013 dirinya menjual lahan itu seluas 20 hektar ke Dominikus Suprianto dengan harga Rp975 juta. Lahan tersebut dikuasai oleh Dominikus Suprianto selama enam bulan dan menikmati hasil buah kelapa sawit itu.

Dalam perjalannya, ada sekelompok masyarakat yang mengatasnaman cucu kemenakan ninik mamak yakni Datuk Aren dan Damri di Kinali menguasai lahan tersebut sampai mekukan pengugatan ke pengadilan.
"Saat itulah Dominikus Suprianto merasa tidak puas dan menganggap lahan yang dia terima bermasalah dan mempertanyakannya kepada saya dan ingin uangnya kembali," ujar dia.

Saat itu, katanya, dengan niat baik dan berupaya menyelesaikan masalah itu, dia mengambalikan sekitar Rp297 juta untuk tahap pertama dan berjanji akan menyelesaikannya.

"Setelah itu saya kembali mengganti uangnya sebesar Rp45 juta lagi. Namun dia tidak puas dan ingin uangnya kembali senilai Rp1,2 miliar padahal saya ingin menyelesaikan kasus tanah itu," jelas Berry.

Lebih jauh dia katakan, setelah itu Dominimus melaporkannya ke Polres Pasaman Barat atas dugaan penipuan. Padahal didirnya juga merasa korban dari oknum ninik mamak tersebut.

Dirinya juga merasa ditipu oleh keterangan pihak BPN Pasaman Barat karena sebelum lahan dibeli dinyatakan lahan itu ada dan tidak bermasalah.

"Semua urusan tanah tersebut saya yang mengurus dan kerugian saya mencapai Rp2 miliar. Dominikus malah melaporkan saya, seharusnya oknum ninik mamak dan petugas BPN itulah yang harus disalahkan," tegas dia.

Meskipun demikian, dirinya siap membela diri memperjuangkan hak-haknya karena dirinya juga korban dalam kasus tanah tersebut.

"Saya akan lawan dan buktikan siapa yang bersalah. Seharusnya oknum ninik mamak itu yang harus dikejar karena mengaku pemilik tanah dan melakukan pemananen di atas lahan tersebut," ujar dia.

Sebelumnya pada 24 Oktober Dominikus Suprianto melaporkan Berry ke Polres Pasaman Barat dengan dugaan penipuan senilai Rp1,2 miliar dari lahan kelapa sawit seluas 20 hektar.

Sementara itu, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Sofyan Hidayat membenarkan ada laporan dari Dominikus Suprianto terhadap Berry. Pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dan memanggil saksi-saksi terkait. (aml)

ANTARA Sumbar Berita Pasbar - ANTARA Sumbar


Pembukaan MTQ Tingkat Sumbar di Pasaman Barat Diundur Menjadi 30 November


Kamis, 28 November 2013

Pembukaan MTQ Tingkat Sumbar di Pasaman Barat Menjadi 30 November  -
duakotopas.com (Simpang Ampek) – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXV tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Pasaman Barat yang dijadwalkan pada Jumat (29/11) diundur menjadi hari Sabtu (30/11).
Bupati Kabupaten Pasaman Barat, Baharuddin R melalui Kepala Bagian Humas, Mujiman di Simpang Ampek, Kamis, mengatakan pengunduran jadwal pembukaan itu disebabkan karena Mentri Agama Surya Darma Ali yang dijadwalkan membuka secara resmi berhalangan karena ada kegiatan kenegaraan.

"Pak Menteri berhalangan dan baru bisa hadir pada Sabtu (30/11). Direncanakan pembukaan akan dilakukan pada pukul 10.00 WIB di Jorong Padang Tujuh," katanya.

Meskipun pengunduran pembukaan, katanya, jadwal perlombaan tetap tidak berubah. Dalam jadwal yang telah disusun sebelumnya perlombaan dimulai pada Jumat (29/11) malam.

"Secara keseluruhan tidak ada yang berubah namun hanya pembukaan saja yang mengalami sedikit pengunduran kareka disesuaikan dengan jadwal Mentri Agama," katanya.

Dia menjelaskan, saat ini semua kafilah di seluruh kabupaten/kota di Sumbar telah datang ke Simpang Ampek. Mereka saat ini sudah menginap ditempat yang sudah disediakan oleh panitia.

Panitia menyiapkan penginapan disekitar Kota Simpang Ampek dan tidak jauh dari arena MTQ. Saat ini para kafilah sedang melakukan pawai bersama di sepanjang Kota Simpang Ampek sebelum berlmba pada Jumat (29/11).

"Mudah-mudahan para kafilah dalam keadaan sehat. Kita panitia akan terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada para kafilah dan tamu dari luar Pasaman Barat," sebut dia.

Lebih jauh dia katakan, dalam acara pembukaan itu pihaknya menyiapkan 250 penari massal dari pelajar yang telah diseleksi sebelumnya. Selain menampilkan kesenian khas Pasaman Barat, juga diikuti dengan alat musik tradisional yang ada.

"Kita ingin pelaksanaan MTQ berjalan sukses dan lancar. Selain itu kita juga ingin sukses prestasi,"jelasnya. (aml/jno)

ANTARA Sumbar Berita Pasbar - ANTARA Sumbar

Kafilah MTQ Tingkat Sumbar Mulai Berdatangan ke Pasaman Barat



Kafilah MTQ Tingkat Sumbar Mulai Berdatangan ke Pasaman Barat - foto ilustrasi -
duakotopas.com (Simpang Ampek) – Kafilah peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXV Tingkat Provinsi Sumatera Barat mulai berdatangan ke Simpang Ampek Kabupaten Pasaman Barat.

Para kafilah itu akan berlomba diberbagai cabang perlombaan yang dimula pada Jumat (29/11). Bendera kafilah di depan halaman kantor Bupati Pasaman Barat juga terlihat sudah terpasang.

Bupati Pasaman Barat, Baharuddin R melalui Ketua Umum Seksi Sekretaris panitia MTQ, Hasiholan Hatagalung, Kamis, mengatakan semua kafilan saat ini sudah datang ke Pasaman Barat dan sudah masuk kepenginapan.

Pihaknya membagi lima tim yakni tim satu terdiri dari Kabupaten Agam, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukitinggi, Pesisir Selatan (Pessel). Kemudian, tim kedua Kota Payakumbuh, Kabupaten 50 kota, Kabupaten Mentawai serta Kabupaten Pasaman.

Sedangkan tim tiga, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang Kabupaten Pasbar, tim Empat Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan dan Kota Padang sedangkan tim Lima Kabupaten Pesisir Selatan, Sijujung, Dharmasraya Kota Sawah Lunto.

"Mudah-mudahan semua kontingen saat ini sudah datang dan akan memulai pertandingan pada Jumat (29/11),"kata dia.

Dalam penerimaan kafilah itu, katanya dibagi pada dua tempat yakni dilapangan halaman Mesjid Alfalah Jambak dan terakhir para kontingen dibawa dengan mengunakan Bus yang dikawal oleh mobil pengawal menuju tempat upacara resmi penerimaan kontingen di depan kantor bupati Pasaman Barat.

Sebelum dibawa kekantor bupati Pasaman Barat untuk upacara para kontingen ini, terlebih dahulu disambut oleh Panitia paguyuban untuk ditentukan dimana tempat mereka menginap.

"Kita berharap MTQ ini berjalan dengan sukses dan lancar dan juga contoh hendaknya,"terang Baharuddin.
Kepada para kontingen kalau ada pelayanan yang kurang memuaskan tolong sampaikan kepada panitia.

"Dengan dukungan segala pihak Insya Allah kegiatan MTQ ini berjalan dengan baik sukses dan lancar,"ujar dia.(aml)

ANTARA Sumbar Berita Pasbar - ANTARA Sumbar

Dokter Mogok, Pasien Asal Dusun Kilimbatu Ini Harus Melahirkan di WC Puskesmas!



 Dokter Mogok, Pasien Asal Dusun Kilimbatu Ini Harus Melahirkan di WC Puskesmas! -
duakotopas.com (Sumba Timur) – Aksi mogok para dokter yang digelar secara Nasional hari ini ternoda dengan peristiwa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat para dokter mengikuti aksi demo dan mogok, Paji Djera (26), seorang ibu asal Dusun Kilimbatu, harus yang menunggu detik-detik kelahiran bayinya bahkan harus melahirkan di WC Puskesmas Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, NTT sekira pukul 11.00 Wita siang tadi.

Peristiwa memilukan itu sontak membuat Domu Hukapati (28), sang suami dan ayah dari bayi perempuan yang malang itu terenyuh.

“Saya mau bagaimana lagi, tak bisa omong apa-apa. Saya tetap bersyukur pada Tuhan, bayi saya selamat. Kelaminnya perempuan dan itu anak kedua saya,” tuturnya, Rabu (28/11/2013).

Jika Domu Nampak tegas, tidak demikian halnya dengan Kaita Lapir (75), ibu Domu Hukapati. Lapir tak bisa menerima dan menyesalkan kelahiran cucunya dengan cara yang memilukan.

”Pemerintah wajibkan kalau melahirkan dibawa ke Rumah sakit atau Puskeasmas, tapi jadinya begini. Kami bawa anak mantu saya dengan truk yang muat kayu bakar, hanya untuk ke Puskesmas, sampai sini dokter dan bidan tidak ada, apa karena kami miskin jadi dibuat begini? Tuhan kenapa saya punya cucu harus lahir di WC, saya sakit hati dan kecewa,” paparnya.

Pantauan di lapangan, Puskesmas yang pernah mendapat kunjungan dan bantuan langsung dari Presiden SBY itu memang sepi dari keberadaan petugas medis. Hanya ada satu petugas (bidan) yang datang kemudian setelah berusaha dihubungi pihak kelurahan setempat beberpa saat setelah proses kelahiran di WC tersebut.

“Kami mau tolong bingung, apalagi ari arinya masih di dalam dan bayinya diluar. Jadi kami  hubungi bidan dan untungnya dia datang walau terlambat,” ujar Aprianto Tadu, seorang staf Kelurahan Kawangu, yang bersisian dengan Puskesmas itu.

Padji Djera dan bayinya, walau harus melalui proses melahirkan dan dilahirkan dengan cara yang tragis, namun beruntung, keduanya selamat. (Dion Umbu Ana Lodu/Sindo TV/kem)

Berita Nasional - Dokter Mogok Kerja - okezone.com


Solidaritas Dokter `Korbankan` Pasien



Solidaritas Dokter `Korbankan` Pasien -
duakotopas.com (Jakarta) – Para dokter di berbagai daerah mogok kerja sebagai bentuk solidaritas atas penahanan dr Dewa Ayu Sasiary, dr Hendry Simanjuntak, dan dr Hendy Siagian oleh Mahkamah Agung (MA). Aksi mogok mereka menelantarkan pasien yang ingin mengobati penyakitnya.

Perjuangan Jamali, pria asal Pasaman menempuh perjalanan selama 5 jam ke Rumah Sakit Muhammad Djamil di Padang, Sumatera Barat sia-sia. Tak ada dokter yang mau mengobati penyakit kankernya hari ini. Ratusan dokter mogok dan berdemo di halaman rumah sakit. Dokter tidak melayaninya untuk melanjutan pengobatan hari ini.

Didampingi istri tercinta, Jamali datang ke Rumah Sakit Muhammad Djamil, Padang, Sumatera Barat. Padahal, dia sudah membuat janji dengan seorang dokter yang selama ini mengobati kanker yang ia derita. Dia pulang tanpa hasil.

Harapan para pasien di RSUD Tasikmalaya, Jawa Barat untuk bisa berobat hari ini pun pupus. Meski sudah menunggu sejak pagi, namun bukan panggilan pemeriksaan yang mereka dapat. Para pasien yang kebanyakan orang lanjut usia dan anak-anak ini pun terpaksa pulang dengan penuh kekecewaan.
Emosi salah satu pasien bernama Unik Agus bahkan memuncak. Niatnya untuk berobat di Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya justru berujung pada kekesalan.
Sia-sia ia datang ke rumah sakit karena yang ditemui justru ratusan dokter yang sedang berdemontrasi. Unik yang menderita tumor ditelantarkan hingga 3 jam lebih.

Hal yang sama juga terlihat di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan, Sumatera Utara. Rumah sakit milik pemerintah itu lumpuh akibat aksi mogok para dokter pendukung dr Ayu. Ratusan pasien terlantar karena tidak ada dokter yang praktik. Bahkan, mereka harus pulang dengan tangan hampa setelah menunggu beberapa jam.

"Bagaimana kita mau dapat obat, dokter tidak ada. Kita mau berobat jantung ini. Sama siapa mau minta obat?" kata Asni Siregar dengan wajah gusar, Rabu (27/11/2013).

Sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang, Madura, 9 dokter spesialis yang bertugas memilih libur. Sebagai solusi, pihak rumah sakit menggantinya dengan dokter umum. Namun pelayanan kesehatan baru dilakukan pada siang hari.

Dokter Diingatkan Sumpah Hipokrates
Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning menilai, demo dokter sebagai aksi solidaritas penahanan dr Ayu itu boleh-boleh saja. Asal, jangan sampai melupakan 'Sumpah Hipokrates' yang berisi mengutamakan melayani kemanusiaan.

"Solidaritas boleh. Anak saya yang berprofesi dokter juga ikut kok, tapi Sumpah Hipokratesnya dipakai, mengutamakan kemanusiaan," ujar Ribka Tjiptaning di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2013).
Sumpah Hipokrates adalah sumpah yang secara tradisional dilakukan oleh para dokter, tentang etika yang harus mereka lakukan dalam melakukan praktik profesinya.

Salah satu bunyi sumpah itu adalah "Saya akan menaati sis�tem prosedur kesehatan yang sesuai dengan kemam�puan dan penilaian saya, saya akan mem�per�hatikan kepen�tingan pasien saya, dan tidak akan melakukan hal-hal yang mem�bahayakan baik secara lang�sung maupun tidak langsung."

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan juga sempat mengimbau dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) maupun Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) tidak menggelar aksi mogok. Hal ini lantaran aksi mogok dokter bertentangan dengan kemanusiaan serta berakibat pada penelantaran pasien.

Sementara itu, dokter yang berdemo menyatakan tidak menghentikan total pelayanan rumah sakit. Dokter-dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi, Jawa Barat menunda pelayanan selama 1 jam.

"Kami tidak menghentikan secara total layanan kepada masyarakat, hanya sekadar menunda waktu buka pelayanan poliklinik dari semula pukul 09.00 WIB, jadi baru aktif lagi pukul 10.00 WIB," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi, Anthony D Tulak di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dokter senior IDI Kepri Amir Hakim Siregar juga mengatakan, pihaknya memohon maaf kepada masyarakat karena harus mogok. Meski seluruh dokter di Kepri sepakat mogok selama 1 hari, pasien kategori gawat darurat tetap akan dilayani pada seluruh rumah sakit.

"Kami mogok agar aksi dokter untuk menyembuhkan pasien dilindungi dan tidak diintimidasi, bukan justru disalahkan seperti kondisi 3 rekan kami," ujar Amir.

Ya, hanya pasien yang dalam kondisi gawat saja yang akan ditangani selama aksi mogok ini. Sementara, untuk para pasien yang kondisinya tidak mengkhawatirkan, untuk sementara tidak akan dilayani.

"Kalau yang ringan, yang sifatnya bisa ditunda, ya tidak dilayani. Kami minta maaf kepada masyarakat karena untuk aksi solidaritas ini," kata Gusti Ngurah yang bertugas di Rumah Sakit Budi Asih, Jakarta Timur, ini.


Berita Nasional - liputan6.com


Telantarkan Pasien, Dokter Bisa Dipidana!



 Telantarkan Pasien, Dokter Bisa Dipidana! -
duakotopas.com (Jakarta) – Ribuan dokter se-Indonesia melakukan demonstrasi dan mogok kerja sebagai aksi solidaritas terhadap dr Dewa Ayu Sasiary Prawani yang divonis 10 bulan penjara oleh Mahkamah Agung (MA) dengan tuduhan melakukan malapraktik.

Buntut dari demonstrasi dan mogok kerja oleh dokter ini, pasien yang seharusnya mendapat tindakan medis menjadi banyak yang telantar. Seperti pasien penderita tumor rahim yang terlunta-lunta di dalam ambulans di pelataran parkir RSUD Ahmad Mukhtar, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, karena para dokter menggelar aksi mogok.

Padahal si pasien datang jauh-jauh dari kampungnya di Desa Sungai Pimping, Kabupaten Pasaman, sejak pukul 07.00 WIB. Dia mengeluhkan sakit perut dan kondisinya kritis.

Di Malang Raya, Jawa Timur, puluhan rumah sakit juga harus membatalkan seluruh tindakan operasi bedah elektif atau terencana karena dokter mengikuti demo solidaritas. Aksi mogok 500 dokter bedah di Malang Raya itu dilakukan mulai di rumah sakit pemerintah hingga swasta serta praktik dokter bedah di luar rumah sakit. Kendati demikian, untuk pembedahan darurat tetap dilayani.

Menanggapi hal itu, mantan anggota Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) Otto Hasibuan menyatakan para dokter yang melakukan aksi demonstrasi tersebut dapat terjerat kasus pidana jika akibat perbuatannya menyebabkan seorang pasien yang seharusnya ditangani meninggal dunia.

"Harus dilihat dulu hubungan kausalnya. Misalnya, pasien harus dioperasi, jika tidak dioperasi maka dia akan mati, itu baru dinamakan pelanggaran pidana," kata Otto saat dihubungi wartawan, Rabu (27/11/2013).

Namun seorang dokter tidak akan dipidana jika memang sebelumnya telah menyatakan nyawa seorang pasien sudah tak dapat tertolong meski dilakukan tindakan medis. Dokter tersebut hanya akan dikenakan pelanggaran etika.

Ketua Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) itu menegaskan, untuk dapat menentukan sebuah pelanggaran pidana yang dilakukan seorang dokter harus dilakukan pemeriksaan secara komprehensif.

Penyelidik pun harus menguasai kasus yang terjadi sebelum menentukan apakah pelanggaran yang dilakukan oleh dokter tersebut termasuk pidana, disiplin, atau kode etik.

Otto menjelaskan, jika dokter melakukan pelanggaran kode etik maka kasus tersebut harus diserahkan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Tetapi jika dokter melakukan pelanggaran disiplin maka harus diserahkan kepada Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).

"Pelanggaran disiplin itu misalnya dokter melakukan operasi tapi pisaunya ketinggalan di perut pasien. Kalau pelanggaran etik itu seperti minimnya komunikasi yang diberikan dokter kepada pasien," pungkasnya.

Berita Nasional - okezone.com


Dokter Mogok, Pasien Penderita Tumor Rahim Asal Pasaman Terlantar di RS Bukit Tinggi


Rabu, 27 November 2013

Dokter Mogok, Pasien Penderita Tumor Rahim Asal Pasaman Terlantar di RS Bukit Tinggi -
duakotopas.com (Bukit Tinggi) – Seorang pasien penderita tumor rahim telantar berjam-jam di pelataran parkir RSUD Ahmad Mukhtar, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Ini disebabkan para dokter menggelar aksi mogok sebagai wujud solidaritas atas penahanan tiga dokter di Manado lantaran melakukan malapraktik.

Hutabarat tak dapat menyembunyikan kekecewaan melihat istrinya, Badina, belum mendapat pelayanan. Badina berada dalam ambulans di pelataran parkir. Padahal dia datang jauh-jauh dari kampungnya, Desa Sungai Pimping, Kabupaten Pasaman. Sejak pukul 07.00 WIB, istrinya mengeluhkan sakit perut dan kondisinya kritis.

“Sebelum orang itu (dokter) selesai demo katanya pasien, orang-orang sakit tidak boleh masuk ke sini. Kecewa saya karena dari Pasaman ke sini sudah beberapa kali bolak-balik,” akunya di lokasi, Rabu (27/11/2013) dikutip dari okezone.com.

Sementara itu, seluruh dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia di rumah sakit tersebut, sepanjang hari ini melakukan aksi mogok kerja.

Aksi itu sebagai bentuk solidaritas atas kasus yang menimpa dokter Dewa Ayu Sasiary Prawani, yang dinilai melakukan malapraktik hingga pasien (operasi ceasar) meninggal dunia. Dewa dan dua rekannya sesama dokter, divonis hukuman 10 bulan penjara oleh Mahkamah Agung.

Aksi dengan mengenakan pita hitam itu diawali dengan berjalan kaki ke seputaran Kota Bukittinggi sambil berorasi. Dalam orasinya, juru bicara aksi menyebut para dokter tidak akan memberikan pelayanan kepada para pasien, baik di klinik, rumah sakit, maupun di praktik di rumah. (Wahyu Sikumbang/Sindo TV/ris)

Berita Pasaman - okezone.com


Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Pasaman Gelar Simulasi



Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Pasaman Gelar Simulasi -
duakotopas.com (Pasaman) – Sumatera Ba­rat memang daerah rewan ben­cana alam, baik banjir, tanah longsor, gempa dan ancaman tsunami. Untuk itu, perlu terus diasah dan dtingkatkan kewas­padaan terhadap bencana itu. Setidaknya, kemarin dua daerah untuk mengasah kewaspadaan itu, telah melakukan gelare simu­lasi kewaspadaan bencana. Dua daerah itu, Pesisir Selatan dan Pasaman.

Kemarin, Bupati Pessel Nas­rul Abit lakukan pada apel siaga simulasi bencana gempa dan tsunami yang diikuti ratusan ang­gota  Kelompok Siaga Bencana (KSB), TNI, Satpol PP, petugas kesehatan dan pelajar, Senin (25/11) bertempat di GOR H Ilyas Yakup Painan. Sedangkan di Pasaman, juga dilakukan pela­tihan pembinaan kelompok ma­sya­rakat siaga bencana di tiga kecamatan, yakni Rao, Rao Sela­tan dan Mapattuggul. Pelatihan tersebut digelar di aula Kantor Camat Rao. Hadir pada kesem­patan itu, staf ahli bupati Pasa­man, Hendri, Kepala BPBD Pasa­man, M Nasir, unsur muspika dan masyarakat.

“Pessel  merupakan salah satu daerah yang rawan bencana, karena secara geografis terdiri dari sungai-sungai besar, per­bukitan dan laut. Dari posisi geografis itu, bentuk bencana alam yang selalu mengintai se­per­ti banjir, tanah longsor, gem­pa, tsunami, gelombang pasang dan sebagainya,” ujar Bupati Pessel Nasrul Abid.

Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD, Doni Gusrizal meng­ungkapkan, penanganan saat terjadi bencana juga sangat pen­ting dilakukan, seperti halnya mengungsikan korban bencana, me­nyiapkan tempat penam­pung­an sementara (evakuasi) serta melaporkan kejadian bencana demi penyelamatan warga dari bencana.

Untuk melakukan hal ter­sebut perlu adanya informasi awal dari warga tentang kejadian atau bencana, tidak saja bencana besar, tetapi juga bencana ber­skala kecil. Dengan adanya infor­masi tersebut, pemerintah dae­rah melalui dinas terkait dapat menentukan langkah apa yang akan diambil.

Disebutkan, saat ini ada seba­nyak 4.400 anggota KSBN terse­bar di 182 nagari. Sebagian kecil diantara anggota KSBN itu sesuai dengan anggaran yang tersedia sudah dilatih sesuai dengan tugas dan fungsinya di lapangan. “Tu­juan apel siaga, simulasi gempa dan tsunami adalah untuk me­nge­tahui kesiapan anggota KSB serta personil lainnya dalam menghadapi resiko bencana,” tukasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh BPBD Pessel juga dihadiri oleh, Wakil Ketua DPRD, Erman Baktiar, Kepala Pelaksana BPBD, Doni Gusrizal, Kepala Dinas Kesehatan, Syahrizal Antoni, Direktur RSUD dr.M.Zen Painan, Satria Wibawa dan para unda­ngan lainnya.Bekerjasama de­ngan Palang Merah Indonesia  Cabang Pesisir Selatan  dan PIC For Islamic Relief Worldwide Indonesia.

Sementara, di Pasaman Staf ahli bupati, Hendri dalam sam­bu­tannya mengatakan, sosia­lisasi dan pelatihan bencana ini sangat penting dilaksanakan sebagai upaya untuk menambah wawasan, pengetahuan dan me­ningkatkan kemampuan ma­syarakat dalam mengantisipasi setiap musibah bencana.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, wawasan dan ke­te­ram­pilan masyarakat dalam meng­hadapi ancaman bahaya bencana,” kata Hendri.

Sementara itu, Kepala BPBD Pasaman, M. Nasir mengatakan kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepa­da masyarakat tentang bencana. Sekaligus meningkatkan penge­tahuan tentang upaya pen­ce­gahan dan kesiapsiagaan ter­hadap bahaya bencana dan cara penanggulangannnya secara ce­pat dan tepat.(*)


Berita Pasaman - padangekspres.co.id


Kapolres Pasaman Barat Mengimbau Orang Tua Siswa Tidak Belikan Sepeda Motor Anak



Kapolres Pasaman Barat Mengimbau Orang Tua Siswa Tidak Belikan Sepeda Motor Anak -
duakotopas.com (Simpang Ampek) – Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat AKBP Sofyan Hidayat mengimbau kepada orang tua para siswa agar tidak membelikan sepeda motor kepada anak-anaknya agar terhindar dari kecelakaan lalu-lintas.

"Peran orang tua sangat penting karena pada umumnya kecelakaan lalu-lintas didominasi oleh kalangan pelajar. Padahal dalam aturan pelajar yang belum cukup umur belum bisa memperoleh surat izin mengendara," kata Sofyan di Simpang Ampek, Selasa (26/11).

Menurutnya, alangkah baiknya masyarakat mengantarkan anak-anaknya pergi ke sekolah dari pada membelikan sepeda motor karena secara psikologis mental siswa untuk memakai sepeda motor masih labil dan rawan kecelakaan.

"Kita banyak menemukan pelajar yang kebut-kebutan baik saat pergi sekolah ataupun saat pulang sekolah. Hal ini tentu sangat memprihatinkan dan membhayakan bagi kalangan siswa tersebut," ujar Sofyan.

Ia mengimbau kepada orang tua hendaknya membudayakan kembali menggunakan sepeda angin bagi anak-anaknya. Tidak saja membuat anak sehat tetapi juga membuat meningkatkan kedispilinan.

Dengan bersepeda, kata Sofyan, anak-anak bisa mengatur waktu berapa lama dia pergi dari rumahnya ke sekolah sehingga dia bisa bangun tidur lebih cepat. Hal itu tentunya bisa meningkatkan disiplin memanfaatkan waktu.

"Berbeda jika ada sepeda motor, anak-anak cendrung lebih suka bersantai dan pergi ke sekolah dengan waktu yang pas-pasan sehingga bisa kebut-kebutan dan mengakibatkan kecelakaan," sebutnya.

Untuk itu pihaknya mengingatkan kepada orang tua agar menyayangi anak-anaknya dengan tidak membelikan kendaraan. Selain itu jajarannya melalui satuan lalu-lintas terus mensosialisasikannya kesekolah-sekolah.

"Selain tindakan preventif kita juga melakukan tindakan dilapangan. Sebab, anak-anak yang belum cukup umur 17 tahun belum diizinkan mengemudi," tegas Sofyan.

Dia menambahkan sejak Januari hingga akhir Oktober 2013 kecalakan lalu-lintas di Pasaman Barat mencapai 120 kasus. Dengan 75 orang meninggal dunia, luka berat 69 orang dan luka ringan 82 orang. Kecalakaan itu didominasi oleh kalangan pelajar atau berumur dari 11-20 tahun dengan jumlah 95 orang.


Berita Pasaman Barat - republika.co.id


Polres Pasaman Barat Amankan 3.000 Liter Tuak di Kejorongan Bancah Kariang Kinali Pasbar



Polres Pasaman Barat Amankan 3.000 Liter Tuak di Kejorongan Bancah Kariang Kinali Pasbar -
duakotopas.com (Simpang Ampek) –  Polres Pasaman Barat mengamankan sekitar 3.000 liter minuman keras jenis tuak di Kejorongan Bancah Kariang Kecamatan Kinali, Senin (25/11/2013).

Kapolres Pasbar, AKBP Sofyan Hidayat didampingi Kasat Intelkam AKP Muzhendra Simpang Ampek, mengatakan pihaknya juga mengamankan empat orang tersangka pembuat minuman keras itu masing-masing Pranoto (40), Purwanto (36), Marino (40) dan Kristianto (52).

Menurutnya minuman keras jenis tuak itu disimpan dalam 40 jerigen dan tiga drum plastik berukuran besar. Tuak itu langsung diproduksi oleh para tersangka di rumahnya masing-masing.

“Saat ini barang bukti minuman keras tuak itu sudah diamankan di Polisi Sektor (Polsek) Kinali. Sedangkan pelakunya masih dalam pemeriksaan oleh petugas,” jelas dia.

Dari pengakuan para tersangka kepada petugas, minuman keras itu langsung diproduksi dari gula aren dan sejenisnya yang diedarkan di Pasaman Barat. Untuk itu pihaknya langsung menutup dan menghentikan aktifitasnya.

Sedangkan para pelakunya untuk sementara tidak ditahan kerena kasus ini masuk dalam tindak pidana ringan (tipiring). Pihaknya hanya memberikan pembinaan agar para tersangka tidak mengulangi perbuatannya.

“Tindakan kita menutup aktifitasnya dan menahan barang buktinya. Sedangkan kasus ini masuk dalam tipiring sehingga para tersangka hanya diperiksa dan dihukum sesuai aturan dalam tipiring,” jelas Kapolres.[man]


Berita Pasaman Barat - inilah.com


KPU Pasaman Barat Bersihkan 14.340 Pemilih Tanpa NIK



KPU Pasaman Barat Bersihkan 14.340 Pemilih Tanpa NIK -
duakotopas.com (Simpang Ampek) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar), telah mengetahui Nomor Induk Kependudukan (NIK) terhadap 14.340 orang dari 34.983 yang sebelumnya ditemukan invalid.

"14.340 orang dalam Daftar Pemilh Tetap (DPT) telah kami bersihkan dan telah memiliki NIK. Sisanya 20.643 masih dalam perbaikan dan verifikasi di tingkat pemilih," kata Ketua KPU Pasbar, Syafrinaldi di Simpang Ampek, Rabu.

Ia mengatakan, petugas KPU saat ini sudah turun ke lapangan menemui pemilih yang bersangkutan untuk mendata dan melengkapi NIK. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk melengkapai NIK pemilh yang ada dalam DPT.

Pihaknya menargetkan hingga 1 Desember 2013 semua pemilih yang ada dalam DPT sudah memiliki NIK dengan membuat berita acara perubahan DPT. Perbaikan NIK ini sesuai dengan tuntuan Peraturan KPU Nomor 09 tahun 2013.

"Mudah-mudahan, dalam waktu dekat semua pemilih invalid bisa dibersihkan," tambahnya.
Beberapa pemilih yang sebelumnya belum dilengkapi NIK atau tanpa NIK yang valid, katanya, ada yang pindah tempat tinggal sehingga identitasnya belum dilengkapi NIK.

Selain itu, tambahnya, ada beberapa pemilih yang masih menggunakan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan belum melakukan perekaman elektronik KTP.

"Akibatnya, saat ini muncul permasalahan soal NIK. Akan tetapi, kami akan berupaya maksimal permasalahan pemilih tanpa NIK atau NIK tidak valid bisa diselesaikan," tambahnya.

Pihaknya juga akan terus memantau DPT sampai Pemili 9 April 2014. Jika ditemukan masih ada yang invalid maka akana segera ditindaklanjuti.

"Kami akan menerima masukan dari semua pihak jika ada laporan menganai data pemilih. Partisipasi semua pihak sangat diharapkan," katanya. (*/sun)

ANTARA Sumbar Berita Pasbar - ANTARA Sumbar

Pemkab Pasbar : Tidak Ada Pungutan Dalam Konversi Minyak



Pemkab Pasbar : Tidak Ada Pungutan Dalam Konversi Minyak -
duakotopas.com (Simpang Ampek) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat menegaskan tidak ada pungutan kepada masyarakat dalam program konversi minyak tanah ke gas LPG.
"Kami sudah mengingatkan jauh-jauh hari kepada petugas dan konsultan pelaksana agar jangan mencoba melakukan pengutan ke masyarakat penerima program ini," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pasbar, Faizir Djohan di Simpang Ampek, Selasa.

Ia mengatakan, program tersebut merupakan program pemerintah pusat yang telah ada anggaranya dan masyarakat memperolehnya secara gratis. Jika ditemukan ada pungutan masyarakat diharapkan melaporkannya ke instansi terkait.

"Jangan mencoba-coba melakuan pungutan karena bisa berurusan dengan hukum. Kepada masyarakat penerima jangan bersedia membayar jika ada permintaan," tegasnya.

Menurut dia, petugas saat ini sedang melakukan verifikasi terhadap 33.898 kepala keluarga (KK) penerima program itu. Ditargetkan pada bulan November 2013 semua data sudah final dan Desember 2013 sudah mulai didistribusikan.

Ia menjelaskan, untuk tahun 2013 ini Pasbar memperoleh program itu pada empat kecamatan. Kecamatan Kinali memperolah 18.404 KK, Kecamatan Pasaman 5.275 KK, Kecamatan Talamau 4.071 KK dan Kecamatan Luhak Nanduo sebanyak 6.149 KK.

"Sedangkan untuk tujuh kecamatan lainnya akan dilaksanakan pada 2014 mendatang. Mudah-mudahan program ini berjalan dengan lancar," tambahnya.

Lebih jauh, Ia mengatakan, konversi dari minyak tanah ke gas LPG akan sangat membantu warga karena akan lebih memudahkan dan mengurangi biaya.

Ia menambahkan, Pasbar masih masuk daerah tertinggal dan ketergantungan pemakain bahan bakar minyak tanah masih cukup tinggi.

Apalagi berdasarkan pendataan PT PLN Sumbar terhadap rasio rumah tangga pemakai listrik masih dibawah rata-rata yang hanya 50 persen.

"Dengan demikian maka ketergantungan masyarakat terhadap minyak tanah cukup tinggi. Hal itulah nantinya akan diupayakan merubah kebutuhan dari minyak tanah ke gas LPG," tambahnya. (*/aml)

Berita Pasbar - ANTARA Sumbar

Sambut Jamaah Haji, IPHI Padanggelugur Gelar Tablig Akbar



Sambut Jamaah Haji, IPHI Padanggelugur Gelar Tablig Akbar -
duakotopas.com (Pasaman) – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, gelar Tabligh Akbar dalam rangka peringatan tahun baru Islam 1435 H. Rabu (27/11), bertempat di Masjid Nurul Hidayah, Tapus Utara.

Acara juga dirangkai dengan tatap muka dan silaturrahmi bersama para jamaah haji yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji dari tanah suci Mekkah Al Mukarromah tahun 2013 ini, sebanyak 16 orang jamaah.

Ketua IPHI Kecamatan Padanggelugur, H Asran Tanjung Dt Kondo Marajo, S.Pdi, mengatakan acara ini digelar sebagai ajang silaturrahmi antar sesama haji dan para masyarakat di daerah setempat.

"Ini acara rutin tahunan yang terus kita gelar setiap kali jamaah haji asal Padanggelugur pulang menunaikan rukun Islam ke-5 ini, bersama masyarakat setempat dan para anggota IPHI lainnya," ujar Mantan KUA ini.

Dikatakan Asran, sebanyak 300-an lebih haji di Padanggelugur saat ini telah terdaftar sebagai anggota IPHI setempat. Jumlah tersebut, katanya, terus mengalami pertambahan setiap tahunnya.

"Jumlah haji Padanggelugur yang tergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sebanyak 300 orang. Itu sudah termasuk dengan haji angkatan baru, yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji tahun ini," ujarnya.

Khusus bagi jamaah haji baru, Ia berharap semoga menjadi haji yang mabrur. Selain itu, Ia juga berpesan agar para jamaah haji dimanapun berada dapat menjadi contoh dan suri tauladan bagi masyarakat ditempat tinggalnya masing-masing.

"Saya bermohon, semua haji di kecamatan Padanggelugur ini dapat bersama-sama hadir dan mengikuti setiap kegiatan yang digelar oleh IPHI dalam rangka mempererat silaturrahmi antar sesama haji, serta memberi contoh yang baik bagi masyarakat," tukasnya.

Asran menambahkan, bahwa saat ini pihaknya berencana membangun gedung serba guna milik IPHI setempat seluas 1.000 meter persegi, berlokasi di kampung Pasir I, Nagari Padanggelugur.

"Target kedepan adalah menyelesaikan pembangunan gedung ini. Pembangunannya sudah direncanakan sejak 2009 lalu. Ini diharapkan memiliki nilai manfaat dalam menunjang berbagai kegiatan haji di Padanggelugur," sebutnya.

Turut hadir pada acara tersebut, Camat Padanggelugur Drs Azwardi, KUA Padanggelugur Rizal S.Ag, MA, Ketua IPHI Padanggelugur H Asran Tanjung Datuk Kondo Marajo, ratusan jemaah haji dan masyarakat setempat. Tampil sebagai penceramah, Ustadz Drs Dahlan Lubis, dari Panti. (Wahyu)


Berita Pasaman - padangmedia.com


Para Dokter di Pasaman Sampaikan Aksi Keprihatinan



Para Dokter di Pasaman Sampaikan Aksi Keprihatinan  -
duakotopas.com (Pasaman) – Tidak hanya di daerah lain di Indonesia, puluhan dokter yang bertugas di Kabupaten Pasaman, Rabu (27/11) hari ini juga menggelar aksi keprihatinan sebagai bentuk dukungan dan solidaritas atas nasib yang dialami tiga orang dokter di Manado.

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap tiga orang dokter di Manado, yang divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) karena dinilai bersalah telah mengakibatkan nyawa orang lain meninggal dunia.

Ketiga dokter tersebut, yaitu dr. Dewa Ayu Sasary Prawani, dr Hendry Simanjuntak dan dr Hendy Siagian.
Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) berdasarkan putusan Nomor 365 K/Pid/ 2012 pada 18 September 2012, MA mengabulkan permohonan kasasi dari Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Manado dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Manado Nomor 90/PID.B/2011/PN.MDO tanggal 22 September 2011.

Salah seorang dokter dan pimpinan Puskesmas Pintu Padang, Dr Donna, melalui pesan BBM, kepada Padangmedia.com, mengatakan protes ini dilakukan terkait dengan penangkapan tiga dokter anggota IDI, yang menurut mereka dilakukan dengan cara-cara yang tidak manusiawi.

"Ini wujud keprihatinan kami akan nasib saudara kami. Aksi protes ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada hari ini Rabu, 27 November 2013. Peristiwa ini sekarang terjadi pada mereka, besok bisa saja menimpa kami," ucapnya.

Dikatakan, aksi protes dilaksanakan dengan bertafakur dan berdiam diri di kediaman masing-masing tanpa mengenyampingkan hak-hak pasien yang ingin berobat.

"Namun, kami para dokter diingatkan tetap menjaga kodek etik kedokteran, tetap memberikan pelayanan kepada pasien tidak mampu dan kasus gawat darurat," ujarnya.

 Ia beralasan, aksi ini dilakukan supaya profesi dokter dapat dihargai semua pihak sehingga semua nyaman dalam menjalankan tugas dan memberi pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Jadi, ini bukan hari libur, dan kita tidak melakukan aksi seperti yang dilakukan pada umumnya atau unjuk rasa. Ini adalah bentuk protes keprihatinan kami sebagai satu profesi," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Desrizal, SKm, M.Kes ketika dihubungi mengharapkan aksi solidaritas para IDI tersebut tidak sampai menggannggu pelayanan terhadap pasien di
 Puskesmas maupun Rumah Sakit tempat mereka bertugas.

"Saya sudah tahu aksi ini. Saya juga turut prihatin. Namun, saya juga berharap ditengah memberikan dukungan dan solidaritas, hak para pasien yang datang berobat dan sedang dirawat tidak terabaikan pula," tukas Desrizal.

Sementara itu, via pesan singkatnya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pasaman, Dr Hidayah, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan dari para dokter untuk masyarakat tetap berjalan seperti biasanya. Ia juga membantah terkait adanya aksi mogok kerja dari para dokter anggota IDI didaerah itu.

Ini isi petisi para dokter anggota IDI; "Hari ini izinkan kami, sehari saja menjadi manusia biasa, kami istirahat sejenak dari menjadi DOKTER, PERAWAT dan BIDAN agar hati kami tenang, keluarga kami tidak
kecewa melihat usaha kami menolong sesama dibalas dengan cacian, hujatan dan penjara. Besok, Rabu (27/11) biar para pak HAKIM yang menulis resep, biar pak JAKSA yg memeriksa, pak PENGACARA yg mengoperasi, pak POLISI yg meredam amarah pasien dan keluarga, pak LSM yg menjelaskan kepada keluarga kalau pertolongan yang diberikannya gagal, semoga anda semua mampu menjalani apa yg kami lakukan selama ini, #NaKes Juga Manusia,Kami bukanlah Tuhan, tapi Kami perantara Tuhan Untuk menolong Anda ketika sakit... :( Pray For 3 Dokter Di Manado)." (Wahyu)


Berita Pasaman - padangmedia.com


Pemkab Pasaman Serahkan 30 Unit Sepeda Motor Untuk Bidan Desa


Senin, 25 November 2013

Pemkab Pasaman Serahkan 30 Unit Sepeda Motor Untuk Bidan Desa - ilustrasi -
duakotopas.com (Pasaman) – Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan 30 unit sepeda motor kepada Bidan Desa (Bides) di daerah tersebut untuk mempermudah para petugas dalam melayani masyarakat.
Bupati Pasaman Benny Utama di Lubuk Sikaping, senin, mengatakan, kendaraan roda dua jenis Suzuki Axelo yang diserahkan itu bertujuan untuk memudahkan para Bides dalam melayani dan meningkatkan pelayan di tengah-tengah masyarakat.

"Kita meminta kepada Bides ini agar memanfaatkan kendaraan tersebut sebaik mungkin dengan tidak menggunakannya untuk kepentingan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan pelayanan masyarakat," ujarnya.

Menurut Bupati, selama ini para Bides yang bertugas, terutama yang berada di daerah pinggiran sering kali mengalami kendala dalam melayani masyarakat karena terkendala alat transportasi.
Namun, dengan diserahkannya bantuan kendaraan itu tidak ada lagi alasan untuk mengabaikan pelayanan kesehatan tersebut.

Bupati mengakui bahwa wilayah tugas para Bides tersebut cukup sulit dan jauh.
Bahkan, dalam pelayanan kesehatan itu, para petugas ini tidak saja memberikan pertolongan pada warga pada siang hari, melainkan juga mesti dilaksanakan pada malam hari.

Bupati menjelaskan, khusus sektor kesehatan, merupakan salah satu pilar utama dalam memajukan daerah Kabupaten Pasaman.

Sektor ini harus mendapat perhatian serius semua kalangan terutama oleh pihak terkait agar dapat berjalan sukses.

Apalagi, Pemkab Pasaman juga telah mengalokasikan dana APBD untuk pelayanan kesehatan gratis di Kabupaten Pasaman.

Untuk itu, Bupati juga mengingatkan kepada para Bides yang menerima bantuan itu agar dapat memelihara kendaraan operasional tersebut sebaik-baiknya dan akan terus dipantau oleh kepala Dinas Kesehatan.

"Jika suatu saat bidan yang diberikan bantuan kendaraan tersebut pindah tugas, maka kendaraannya tetap tinggal di tempat tugas yang lama dan tidak boleh dibawa ketempat yang baru," tegas Benny. (zik)

ANTARA Sumbar Berita Pasaman - ANTARA Sumbar


Polres Pasaman Bentuk Kemitraan Polisi Masyarakat di Padanggelugur



Polres Pasaman Bentuk Kemitraan Polisi Masyarakat di Padanggelugur -
duakotopas.com (Pasaman) – Kepolisian Resort (Polres) Pasaman, Sumatera Barat, gelar kegiatan Community Policing (Polisi Masyarakat) dalam rangka forum kemitraan Polisi dan masyarakat (FKPM) se Kecamatan Padanggelugur, Senin (25/11) di Aula kecamatan setempat.

Acara dihadiri, Kapolsek Panti Iptu Hariman Pujianto, Sekcam Padanggelugur Asrial Arfandi H, Wali Nagari se Padanggelugur, kepala Jorong, pengurus FKPM, para tokoh masyarakat dan para tokoh pemuda.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Asrial Arfandi mengatakan kecamatan Padanggelugur terdiri dari 4 Nagari dan 14 Kejorongan. Dihuni beragam etnis, seperti Minang kabau, Tapanuli, Mandahiling dan juga Jawa.

 "Disini miniatur Indonesia, penuh keragaman dan multi etnis. Disini pula kita hidup berdampingan dan saling membaur penuh dengan kedamaian. Kerukunan serta toleransi terjaga dengan baik," sebutnya.

Kepala Satuan Bimbingan Masyarakat (Binmas) Polres Pasaman, AKP Mustiadi AR.M mengatakan kegiatan ini digelar sebagai ajang sosialisasi dalam rangka antisipasi potensi kerawanan dan penegakan pelanggaran hukum pemilu serta siskamling.

"FKPM berdiri sejak 2005, ini kegiatan sosial yang merupakan kebijakan lokal. Karena awal bedirinya ada di Kabupaten Solok, sewaktu pak Gamawan Fauji jadi Bupati. Hingga kini telah ada diseluruh indonesia," tukas Mustiadi.

FKPM, kata Mustiadi, merupakan mitra dari setiap Walinagari, dalam membina keamanan, ketertiban masyarakat dan lingkungan. Selain itu, forum ini dibentuk untuk membina kerukunan sosial kemasyarakatan.

"Nanti pengurus FKPM ini dibentuk dari para tokoh masyarakat yang peduli akan Kantibmas. Dipilih berdasarkan hasil musyawarah atas dasar binaan Walinagari dan Babinkamtibmas," sebutnya.

Selain itu, kata dia, FKPM ini berfungsi melakukan pembinaan masyarakat agar taat dan sadar hukum. FKPM ini juga bertugas melakukan penyelesaian kasus tindak pindana ringan (Tipiring) ditingkat bawah (Nagari).

"Mereka yang bertugas melakukan penyelesaian berbagai kasus yang terjadi ditengah masyarakat, seperti terjadinya perkelahian dan Tipiring. Diluar itu diproses di Mapolsek atau Mapolres," katanya.

Mustiadi juga menghimbau, agar pengurus FKPM yang telah terbentuk giatkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di wilayah masing-masing. Guna menjaga keamanan, ketertiban masyarakat tercipta dengan baik. (Wahyu)



Berita Pasaman - padangmedia.com