Total Pageviews

Diberdayakan oleh Blogger.

Marquee Beri Donasi

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>
Daftar Alamat dan Nomor Telepon Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat PKM) di Kabupaten Pasaman Propinsi Sumbar: 1. Puskesmas Bonjol. Alamat: Jl. Lintas Sumatera Nagari Kp Sianok Nagari Ganggo Hilia,Kec.Bonjol. Jenis (type): Perawatan 2. Puskesmas Ladang Panjang. Alamat: Jl. Lintas Padang Sawah Kumpulan, Kec. Bonjol. Jenis (type): Perawatan 3. Puskesmas Kumpulan. Alamat: Jl. Lintas Sumatera Nagari Lima Kuto, Kec. Bonjol. Jenis (type): Non Perawatan 4. Puskesmas Simpati. Alamat: Jl. Padang Sawah Kumpulan, Kec. Bonjol. Jenis (type): Non Perawatan 5. Puskesmas Lubuk Sikaping. Alamat: Jl. Prof. Dr. Hamka, Kec. Lubuk Sikaping. Jenis (type): Non Perawatan 6. Puskesmas Sundatar. Alamat: Jl. Lintas Padang Medan Jrg Salibawan, Kec. Lubuk Sikaping. Jenis (type): Non Perawatan 7. Puskesmas Cubadak.Alamat: Jl. Raya Simpang Empat Panti, Kec. II Koto. Jenis (type): Perawatan 8. Puskesmas Simpang Tonang. Alamat: Jl. Simpang Lambau Jrg. Tanjung Mas, Kec. II Koto. Jenis (type): Non Perawatan 9. Puskesmas Tapus Alamat: Jl. Lintas Padang Medan No. 26 Ds. Selamat, Kec. Panti. Jenis (type): Perawatan 10. Puskesmas Pegang Baru.Alamat: Jl. Lintas Padang Medan Jrg Bahagia, Kec. Panti. Jenis (type): Non Perawatan 11. Puskesmas Kuamang.Alamat: Jl. Tapus Lundar Jrg Kuamang, Kec. Panti. Jenis (type): Non Perawatan 12. Puskesmas Rao.Alamat: Jl. Lintas Padang Medan Pasar Rao Nagari Tarung-tarung, Kec. Rao. Jenis (type): Perawatan 13. Puskesmas Pintu Padang.Alamat: Jl. Curanting Muaro Tais Km. 18 Ds. Pintu Padang, Kec. Mapat Tunggul. Jenis (type): Perawatan 14. Puskesmas Silayang.Alamat: Nagari Silayang, Kec. Mapat Tunggul Selatan. Jenis (type): Non Perawatan 15. Puskesmas Lansat Kadap. Alamat: Jl. Tunas Harapan Rambah, Kec. Rao Selatan. Jenis (type): Non Perawatan

Bonus Rp 50 Juta Bagi Atlet Pasaman yang Meraih Medali Emas


Jumat, 11 November 2016

Bonus Rp 50 Juta Bagi Atlet Pasaman yang Meraih Medali Emas -
duakotopas.com (Lubuk Sikaping) – Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama membuka Traning Camp (TC) cabang-cabang olahraga dalam rangka mempersiapkan Porprov XIV tahun 2016 di Kota Padang di kantor bupati pada Jumat (11/11).

Atos Pratama mengatakan, agar seluruh peserta untuk memanfaatkan waktu menjaga fisik dan mental agar prima dalam pertandingan nanti. Atlet terseleksi tersebut diharapkan dapat membawa medali emas dan membanggakan nama daerah.

“Pemkab Pasaman berkomitmen memberikan reward atau bonus untuk peraih medali Pasaman yang telah dianggarkan untuk medali emas akan dihargai sebesar 50 juta. Atlet yang tampil juga semuanya dari Pasaman bukan impor. Bonus diserahkan langsung kepada para atlet peraih medali,” ungkapnya.

Sementara Kadispora Hendri mengatakan, jumlah kekuatan Pasaman menghadapi Porprov ke XIV tahun 2016 di Kota Padang, 273 orang pelatih 53 orang, dan akan mengikuti 24 cabor. (h/tos)

Editor : Rivo Septi Andries
Klik Untuk Share Artikel Ini >> Berita Pasaman - harianhaluan

Ini Sejumlah Program Andalan Dinas PU Pasaman



Ini Sejumlah Program Andalan Dinas PU Pasaman -
duakotopas.com (Lubuk Sikaping) – Pemkab Pasaman saat ini fokus meningkatkan pem­bangunan infrastruktur dasar di bidang pengairan, bina marga, cipta karya dan pe­nataan ruang. Tujuannya, memberikan akses luas bagi masyarakat dalam berbagai aktivitas.

Kepala Bidang Cipta Kar­ta dan Tata Ruang Dinas PU Agusti Awizar menjelaskan, tahun ini Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang mem­prio­ritaskan pembangunan jalan lingkar, penyediaan prasarana dan air limbah dan pem­bangunan/peningkatan ins­fratruktur, rehab/peme­liha­raan sarana dan prasarana air bersih perdesaan di beberapa daerah di Pasaman.

Katanya, pelaksanaan sektor cipta karya dan urusan tata ruang tahun 2016 dialo­kasikan anggaran dari APBD Kabupaten Pasaman sebesar Rp 31,766 miliar.

Anggaran tersebut, kata Agusti Awizar, salah satunya untuk melaksanakan program kegiatan penyediaan pra­sarana dan sarana air limbah, pembangunan/peningkatan insfratruktur, rehab/peme­liharaan sarana dan prasarana air bersih perdesaan, kegiatan DAK Bidang insfratruktur air minum, pembangunan/pe­meliharaan sarana dan pra­sarana umum, kegiatan DAK bidang sanitasi, serta pem­bangunan gedung kantor.

Ia menyebutkan, untuk program prioritas sektor cipta karya tahun 2016 ini, dia­rahkan pada kegiatan penye­diaan prasarana dan sarana air limbah sebanyak 14 paket tersebar di beberapa keca­matan di Pasaman dengan total anggaran sebesar Rp10,­54 miliar.

Selanjutnya kegiatan pem­bangunan/peningkatan infrastruktur yakni pem­bangunan jalan lingkung APBD II sebanyak 17 paket dengan anggaran sebesar Rp5,41 miliar. Kemudian pembangunan jalan lingkung (bantuan keuangan provinsi 2015) sebanyak 7 paket de­ngan pagu anggaran sebesar Rp1,25 miliar. Dan pem­bangunan jalan lingkung (bantuan keuangan provinsi 2016) dengan pagu dana sebesar Rp2,96 miliar.

Menurutnya, tujuan uta­ma pembangunan jalan ling­kar, untuk mempermudah akses masuk dan keluar, selain untuk penataan dan keindahan kota.

“Jika jalan lingkar sudah selesai 100 persen, di daerah itu akan memberikan pe­mandangan indah bagi warga yang melintas, serta akan tumbuhnya ekonomi masya­rakat sekitar,” katanya.

Ia mengakui pemba­ngu­nan infrastruktur yang dila­kukan Dinas PU selama ini sudah sangat maksimal. Ia juga menilai program jalan lingkar di Pasaman meru­pakan program yang luar biasa.

“Bila program itu selesai akan banyak manfaat yang dirasakan, seperti memu­dahkan askes ke pusat kota, serta bertambah indahnya Kabupaten Pasaman,” kata­nya.

Selain itu, ia menilai pembangunan jalan lingkar akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi ma­sya­rakat Pasaman. Dengan ada jalan tersebut, akan mempercepat akses trans­portasi untuk masuknya ba­rang, orang, dan juga modal.

“Saat jalan rampung, ber­arti masyarakat yang melintas akan ramai, makanya akan tumbuh pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang jalan, harga tanah di kawasan itu akan naik/mahal, serta berbagai hal positif lainnya yang akan langsung bisa dirasakan ma­syarakat. Artinya, program membuka akses baru itu memang sangat bagus dila­kukan,” ujarnya.

Selanjutnya, pada tahun ini Bidang CK dan Tata Ruang tahun ini juga melak­sanakan kegiatan rehab/pe­meliharaan sarana dan prasa­rana air bersih perdesaan yakni pembangunan air ber­sih di Pegang Baru Nagari Bahagia (bantuan keuangan provinsi) dengan pagu dana sebesar Rp200 juta.

Selain itu, dari kegiatan DAK Bidang Insfratruktur air minum juga dilaksanakan kegiatan, seperti peningkatan cakupan sistem penyediaan air minum Kampung Padang Metinggi Jorong Kelabu, Kecamatan Duo Koto dengan pagu dana sebesar Rp533 juta.

Selanjutnya, untuk pe­ning­kapan cakupan sistem air minum Jorong Padang La­weh Nagari Ladang Panjang Kecamatan Tigo Nagari de­ngan pagu dana Rp1,5 miliar, peningkatan sarana dan pra­sarana air minum di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan dengan pagu dana sebesar Rp540 juta, dan peningkatan cakupan sistem air minum Jorong Tanjung Aro Nagari Lambah Lanai Kecamatan Padang Gelugur dengan pagu dana sebesar Rp403 juta.

Kegiatan pembangunan/pemeliharaan sarana dan prasarana umum seperti re­habilitasi Tugu Simpang Tiga Panti dengan pagu dana Rp200 juta.

Lebih jauh Gusti Awizar menyebutkan, pada kegiatan DAK Bidang Sanitasi, pem­bangunan yang dilakukan berupa pembangunan MCK sebanyak 18 paket, tersebar di 12 kecamatan dengan  anggaran sebesar Rp4,68 miliar.

Agusti Awizar berharap melalui  pembangunan sa­nitasi berbasis komunitas dan masyarakat, seperti yang dilakukan di beberapa daerah di Pasaman ini, akan mem­berikan manfaat bagi banyak warga. Mereka diharapkan bisa mendapatkan layanan air bersih dan sanitasi yang layak. (h/yud)
Klik Untuk Share Artikel Ini >> Berita Pasaman - harianhaluan

2.500 Ikan Kerapu di Pasaman Barat Mati



2.500 Ikan Kerapu di Pasaman Barat Mati -
duakotopas.com (Simpang Ampek) – Sedikitnya 2.500 ikan kerapu milik kelompok nelayan budidaya di Jorong Sikabau, Nagari Parik, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mati dalam tiga minggu ini.

Kematian itu diduga disebabkan penyakit, tetapi belum diketahui jenisnya. Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat menerjunkan tim untuk mengidentifikasi kejadian itu.

Rusdan (48), Ketua Kelompok Nelayan Budidaya Kerapu Sepakat, Jorong Sikabau, saat dihubungi dari Padang, Kamis (10/11/2016), mengatakan, ikan yang mati dihitung dari jumlah bibit yang dilepas pada awal budidaya. Saat ini, ikan kerapu yang tersisa sekitar 5.000 ikan dari jumlah bibit 7.500 ikan.

"Seluruh ikan yang terkena penyakit dan mati merupakan milik lima kelompok nelayan budidaya dengan total anggota 30 orang. Setiap hari sejak awal kejadian, kami hitung sekitar 100 ikan mati," kata Rusdan.

Rusdan menambahkan, sebelum mati, ikan kerapu yang tersebar di 32 keramba itu muncul ke permukaan air dan mengambang. Tak lama berselang, perut-perut ikan mengembung. Lalu pada bagian kulit dan mata, muncul bintik-bintik merah.

"Kami semua nelayan budidaya pemula. Kami tidak tahu pasti jenis penyakit yang menyerang ikan. Kami telah mengambil tindakan, misalnya mengempeskan perut ikan yang mengembung dan menyuntikkan obat. Kami juga mencampurkan bahan seperti bawang putih ke pakan. Sayang, upaya itu belum berhasil menghentikan kematian ikan," kata Rusdan.

Menurut Rusdan, total berat ikan yang mati di Jorong Sikabau mencapai 1,3 ton. Dengan harga ikan kerapu hidup sekitar Rp 47.500 per kilogram, kerugian mereka mencapai sekitar Rp 61,7 juta.
"Agar tak banyak rugi, kami membersihkan ikan yang mati dan mengeringkannya," katanya.

Rusdan menambahkan, kesembuhan ikan menjadi hal penting saat ini. Jika tidak, kerugian mereka akan lebih besar.
"Ikan kerapu yang kami budidayakan rencananya untuk diekspor. Jadi, ikan harus sehat. Kalau seperti sekarang, artinya tidak mungkin bisa diekspor," kata Rusdan.

Kematian ikan kerapu di Pasaman Barat baru sekali terjadi dan hanya dialami lima kelompok dari total 18 kelompok nelayan budidaya kerapu di daerah itu. Yushendri (46), Ketua Kelompok Nelayan Budidaya Pulau Panjang II, di Pulau Panjang, Kecamatan Air Bangis, mengatakan, ikan milik 12 kelompok di Pulau Panjang dan satu kelompok di Air Bangis masih sehat. Belum ada tanda-tanda terkena penyakit seperti di Sikabau.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat Yosmeri, di Padang, mengatakan, kematian ikan hanya terjadi di Pasaman Barat yang terletak sekitar 211 kilometer utara Padang.
Di sentra budidaya kerapu lain, seperti Pesisir Selatan, Padang, dan Kepulauan Mentawai, belum ada kematian massal ikan.
"Kami hari ini sudah mengirim tim ke Pasaman Barat untuk mengecek lapangan dan mengidentifikasi masalahnya," kata Yosmeri.

Guru Besar Perikanan Universitas Bung Hatta (UBH) Padang Hafrijal Syandri mengatakan, kematian ikan di Pasaman Barat bisa disebabkan oleh penyakit dari bakteri, jamur, atau parasit. Munculnya bakteri, jamur, dan parasit bisa karena lingkungan yang kotor atau buruknya kualitas air. (ZAK)


Editor : Caroline Damanik

Klik Untuk Share Artikel Ini >> Berita Pasaman Barat - kompas

Hasil Seleksi Terbuka, Bupati Pasaman Barat Lantik 19 Pejabat Eselon II B



Hasil Seleksi Terbuka, Bupati Pasaman Barat Lantik 19 Pejabat Eselon II B -
duakotopas.com (Simpang Ampek) – Bupati Pasaman Barat, Syahiran melantik 19 orang pejabat untuk jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) Eselon II B di Aula Kantor Bupati, Jumat (11/11/2016).

Syahiran mengatakan, pergantian pejabat di lingkungan pemerintah merupakan hal yang biasa.
"Pejabat yang dilantik ini merupakan hasil seleksi terbuka yang telah dilakukan tim seleksi yang ditunjuk dari kalangan profesional dan pamong senior," katanya.

Disebutkan sesuai Undang- Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) maka untuk jabatan JPTP harus melalui seleksi terbuka. Untuk itu, ia mengharapkan kepada pejabat baru agar terus meningkatkan kemampuan, bekerjalah dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Selain itu juga jalinlah kerja sama dengan segala pihak dalam menjalankan pembangunan nantinya.
"Kepada pejabat yang dilantik jangan ada rasa dendam karena ini adalah hasil seleksi terbuka,"ujarnya.

Kepada para pejabat yang belum terpilih diharapkan dapat bersabar dan bisa ikut pada seleksi berikutnya.

Bupati juga menyoroti tiga dinas dalam upaya Pasaman Barat terlepas dari ketertinggalan yakni Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Perkebunan dan Dinas Pendidikan.

"Kepada DKP perbaiki program kepada nelayan karena saat ini tingkat kemiskinan di tingkat nelayan cukup tinggi. Begitu juga Dinas Perkebunan harus bisa menyelesaikan masalah perkebunan dan begitu juga Dinas Kesehatan harus mampu memperbaiki kulaitas pendidikan," ujarnya.

Ia menegaskan kepada pejabat yang baru dilantik akan dievaluasi kinerjanya. Minimal enam bulan, satu tahun dan sampai satu tahun.

"Jika kenerja tidak beres dan banyak masalah maka pejabat yang bersangkutan akan diberhentikan," tegasnya.

19 pejabat yang dilantik itu adalah Asisten Bidang Pemerintahan, Afrizal Azhar, Asisten Bidang Administrasi, Afwan, Inspektorat, Harisman, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Diklat, Marwazi, Kepa Bappeda, Joni Hendri, dan Kepala Badan KB dan Pemberdyaan Perempuan, Tantri Desniwati.

Selain itu juga dilantik Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Etris Dsem, Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu, Syahnan, Kepala BPKAD, Teguh Suprianto, Kepala BPBD, Try Wahluyo dan Kepala Badan Satpol PP, Edy Murdani.

Kemudian Kepala Dinas Pendidikan, Irwan, Kepala Dinas Kesehatan, Haryunidra, Kepala Dinas Perkebunan, Alfitri Noven, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan, Memizesmita, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Arial Effendi, Kepala Dinas Perhubungan, Andrinaldi, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Armen, dan Kepala Koperindag dan UKM, Ali Zamar.

Hadir kesempatan itu, Wakil Bupati Pasaman Barat, Yulianto, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), Sekretaris Daerah, Manus Handri, Ketua TP PKK, Yunisra, Ketua GOW, Sifrowati dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan sejumlah tokoh masyarakat. (NIR)
Klik Untuk Share Artikel Ini >> Berita Pasaman Barat - sumbarsatu

Pesta Sabu, Delapan Orang Ditangkap Tim Gabungan di Pasaman


Sabtu, 05 November 2016

Pesta Sabu, Delapan Orang Ditangkap Tim Gabungan di Pasaman -
duakotopas.com (Lubuk Sikaping) – Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sumbar bersama Ditnarkoba Polda Sumbar dan Polres Pasaman menciduk depalan orang diduga pemakai dan pengedara narkoba di Kabupaten Pasaman, Jumat (4/11).

Ironisnya, dua orang dari kedelapan tersangka itu adalah perempuan. Bahkan seorang diantara tersangka perempuan itu menyandang gelar haji.

"Ini kerja tim. Kita menangkap kedelapan tersangka ini dari serangkaian pengumpulan informasi di lapangan," kata Kapolres AKBP Reko Indro Sasongko Mapolres Pasaman.

Menurutnya, pelaku merupakan pemasok barang haram di wilayah Pasaman dan Pasaman Barat.

Kedelapan pelaku tersebut adalah, yakni Amy (27) dan Hj Is. Selanjutnya, Mardianto Risno (25), Markis (35), Aritonga (40), Putra (40), Husein (40) dan Deni Buntia (40).

"Penangkapan ke delapan tersangka itu dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni tujuh orang di rumah haji (Is) di Nagari Binjai, Kecamatan Tigo Nagari dan di rumah dinas dokter di Puskesmas Simpati, Kecamatan Simpati," katanya.

Kapolres mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa rumah tersangka Hj Is itu sering dijadikan sebagai tempat pesta narkoba. Atas dasar informasi itu, kata dia, pihaknya melakukan penyelidikan.(h/mg-yud)

Editor : Rivo Septi Andries
Klik Untuk Share Artikel Ini >> Berita Pasaman - harianhaluan

Polres Pasaman Barat Amankan Kayu Ilegal


Rabu, 02 November 2016

Polres Pasaman Barat Amankan Kayu Ilegal  -
duakotopas.com (Simpang Ampek) – Jajaran Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengamankan tiga kubik kayu ilegal berbagai jenis di sekitar Gunung Bendera Bulu Laga Jorong Sarasah Talang Sungai Aur, Selasa.

"Benar, tiga kubik kayu itu diamankan dari tersangka, AP (25) yang diduga hasil ilegal loging dan tidak memiliki surat-surat resmi," kata Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Djoko Ananto didampingi Kepala Satuan Reskrim Iptu Farel Haris di Simpang Empat, Selasa.

Ia mengatakan jenis kayu yang diamankan itu terdiri dari berbagai jenis yaitu belanti merah, rasak dan jenis campuran.

Ia menyebutkan pengungkapan kasus kayu ilegal loging itu berawal dari informasi masyarakat tentang aktifitas pembalakan liar di daerah itu.

Setelah itu pihaknya melakukan penyelidikan dan melakukan pengintaian di dearah itu sesuai laporan masyarakat tersebut.

Setelah melakukan pengintaian kelokasi yang diduga terjadi pembalakan liar maka laporan masyarakat tersebut benar adanya.

"Lokasi pembalakan liar itu cukup jauh dengan medan yang berat. Namun anggota Reskrim dan Polsek tidak menyerah sampai ke lokasi," sebutnya.

Sesampai di lokasi tersebut didapati tumpukan kayu yang diduga kayu hasil ilegal loging. Saat itu juga petugas langsung mengamankan tersangka yang kebetulan berada dilokasi.

"Saat ini tersangka bersama barang buktinya sudah diamankan di Polres Pasaman Barat untuk pemeriksaan lebih jauh,"sebutnya.

Terhadap tersangka dikenakan pasal 83 huruf a dan b jo pasal 12 huruf e dengan ancaman maksimak lima tahun penjara.

Selain tiga kubik kayu ilegal, pihak Polres juga mengamankan dua mesin sinso untuk digunakan untuk menebang kayu.

"Kami akan terus mengembangkan kasus ini sehingga pelaku yang lebih besar bisa kami ungkap," tegasnya.

Tersangka, AP (25) saat diminta keterangannya mengatakan ia sudah melaksanakan aksi itu selama satu tahun.

"Saya tidak mengetahui lahan itu adalah hutan lindung," katanya. (*)


Editor : Joko Nugroho
Klik Untuk Share Artikel Ini >> Berita Pasaman Barat - ANTARA Sumbar

JPTP Kabupaten Pasaman Barat Umumkan Hasil Seleksi



JPTP Kabupaten Pasaman Barat Umumkan Hasil Seleksi -
duakotopas.com (Simpang Ampek) – Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), umumkan hasil seleksi sejumlah jabatan di daerah itu di Simpang Empat, Selasa.

Dari 91 orang ASN yang ikut seleksi sebanyak 34 otang dipastikan tersingkir dan 66 orang dipastikan lulus dan tinggal penetapan dari Pejabat Pembina Kepegawaian dalam waktu dekat ini.

"Benar, hasil gabungan nilai dari semua seleksi yang telah dilakukan maka kami menetapkan 66 orang yang lulus untuk mengisi 22 jabatan," kata Ketua Panitia Seleksi JPTP Pasaman Barat, Rusdi Lubis.

Ia mengatakan masing-masing jabatan itu ditetapkan tiga nama yang lulus. Artinya, jika 22 jabatan maka jumlah yang lulus 66 orang.

"Kami tim panitia seleksi hanya memilih tiga nama dari masing-masing jabatan. Selanjutnya telah diserahkan ke Pejabat Pembina Kepegawaian atau bupati yang akan memilih satu nama untuk dilantik," ujarnya.

Menurutnya, panitia seleksi telah melaksanakan sesuai aturan yang berlaku dan arahan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Berbagai tahapan seleksi sudah dilaksanakan seperti seleksi administrasi, ujian tertulis, wawancara dan penyampaian makalah.

"Seleksi itu diikuti oleh 100 orang ASN dan dari hasilnya maka sembilan orang dinyatakan gagal. Maka 91 orang ikut tes assesmen di Universitas Negeri Padang (UNP)," katanya.

Setelah dilakukan tes assesmen di UNP dan dilakukan uji publik maka yang memenuhi syarat adalah 66 orang untuk 22 jabatan.

Sedangkan lima jabatan yang sudah di seleksi dinyatakan gagal atau diulang kembali karena hanya dua orang yang memenuhi persyaratan.

Sebab, menurut Peraturan Mentri Pemberdayaangunaan ASN Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi, maka yang memenuhi syarat dua orang untuk masing-masing JPTP dinyatakan batal dan dilakukan seleksi ulang kembali.

"Seharusnya yang memenuhi persyaratan itu minimal tiga orang. Sementara yang lulus hanya dua orang sehingga batal dan diulang kembali," katanya.

Lima jabatan yang akan diulang kembali adalah untuk Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Staf Ahli Bidang Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Pembangunan serta Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Selanjutnya Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan dan Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan.

Sementara untuk 22 jabatan yang sudah ditetapkan tiga terbaik adalah Asisten Bidang Pemerintahan yakni Afrizal Azhar, Hasan Basri Rangkuti dan Yudesri.

Asisten Bidang Administrasi adalah Afwan, Mhd. Iqbal dan Ramli. Sekretaris DPRD, Asmayulis, Suratno dan Yuhendri. Inspektorat, Aliman Afni, Fadli dan Harisman.

Untuk Badan Kepegawaian dan Diklat adalah Efrijalisman, Marwazi dan Saifuddin Zuhri. Untuk Bappeda, Arpan Harahap Siregar, Joni Hendri dan Sukarli, Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan adalah Hajrah Huda, Nur Fauziah Zein dan Tantri Desniwati.

Selanjutnya untuk Badan Pemberdayaan Masyarakat adalah Asmayulis, Etris Dsem dan Habibullah. Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu adalah Fadlus Sabi, Syahnan dan Yulisna.

Kemudian Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Arbiuddin Syahputra Hakim, Hasan Basri Rangkuti dan Teguh Suprianto.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah adalah Tri Wahluyo, Yunadi dan Zulkhairi. Satpol PP, Abdi Surya, Edy Murdani dan Niswan Adil. Dinas Pendidikan adalah Dian Wijaya, Irwan dan Marimus.

Kemudian untuk Dinas Kesehatan adalah Haryunidra, Jon Hardi dan Laila Khairani. Dinas Pekerjaan Umum adalah Akdimen, Feri Andri dan Rafaan.

Untuk Dinas Perkebunan adalah Alfitri Noven, Jayasman dan Yas'ari. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan adalah Edrizal, Memizesmita dan Usman.

Untuk Dinas Kelautan dan Perikanan adalah Arial Effendi, Luthfi dan Nazran. Dinas Perhubungan adalah Andrinaldi, Bobby P Riza dan Dalpesri Bahar.

Untuk Dinas Pemuda dan Olahraga adalah Asmara Hadi Lubis, Hendra Putra dan Media Fitra. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adalah Armen, Asnal dan Pramana Yose dan untuk Dinas Koperasi Perdagangan Industri dan UKM adalah Ahlan Nazir, Ali Zamar dan Sahrul Alamsyah.

"Pengumuman tiga nama untuk masing-masing jabatan tersebut berdasarkan abjad nama bukan peringkat nilai. Kami bekerja sesui aturan dan tidak ada intervensi siapapun. Untuk penetapan satu nama itu adalah hak pejabat pembina kepegawaian atau bupati," tegas Rusdi Lubis didampingi anggota lainnya Yohanes Dahlan, Khairani Lubis, Yuhendri dan Iptonius.

Sementara itu Bupati Pasaman Barat, Syahiran mnegucapkan terima kasih kepada tim panitia seleksi atas kerja kerasnya dalam menyeleksi JPTP Pasaman Barat.

"Dalam waktu dekat kami akan melaporkan ke KASN mengenai hasil seleksi. Setelah itu akan di SK-kan dan dalam waktu dekat akan dilantik," katanya.

Ia menegaskan hasil seleksi dari panitia itu adalah hasil murni dari serangkaian tes yang dikakukan. Tidak ada intervensi dari siapapun.

Ia menambahkan dalam waktu dekat sekitar 14 jabatan baru akan diseleksi kembali termasuk jabatan yang gagal pada tahap seleksi pertama.

"Sekitar 14 jabatan lagi akan segera diseleksi. Kalau tidak ada halangan pertengahan November 2016 ini akan dibuka pendaftaran terhadap 14 jabatan itu," jelasnya. (*)


Editor : Joko Nugroho
Klik Untuk Share Artikel Ini >> Berita Pasaman Barat - ANTARA Sumbar

Penyampaian Laporan Pansus Inisiatif DPRD Kabupaten Pasaman



Penyampaian Laporan Pansus Inisiatif DPRD Kabupaten Pasaman -
duakotopas.com (Lubuk Sikaping) – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Yasri, memimpin langsung Rapat Paripurna Ke-59 tentang penyampaian Laporan 2 (dua) Pansus Inisiatif yaitu; 1- Ranperda Tentang Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat. 2- Ranperda Tentang Pembentukan Remaja Masjid.
 
Turut hadir dalam Rapat Paripurna Ke-59 tersebut; Bupati Pasaman, Wakil Bupati Pasaman, dan Forkopimda Kabupaten Pasaman, Pimpinan dan anggota DPRD Pasaman, Sekda Kabupaten Pasaman, Sekwan DPRD Kabupaten Pasaman, Staf Ahli, Asisten, SKPD, Kabag, Camat Se-Kabupaten Pasaman, Kepala Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, Kabupaten Pasaman, Pimpinan Parpol. Ormas, dan Para Wartawan dari berbagai media cetak dan Online, juga undangan lainnya. Di aula Sidang Utama DPRD Kabupaten Pasaman, Selasa 25/10.
 
“PANSUS” Tentang Pembentukan Remaja Masjid, merupakan Ranperda inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman, yang di harapkan nantinya bakal di jadikan Peraturan Daerah (PERDA) serta di tetapkan di Kabupaten Pasaman, Ketua Pansusnya Irwan Arifin.
 
Maksud dan tujuan dari di bentuknya Ranperda ini tidak lain dan tidak bukan; “Dalam rangka memudahkan pembinaan terhadap remaja, sehingga terciptanya imaji secara fositif dan menuntun mereka atas kepribadian yang benar.
 
Melalui remaja Masjid, “Pembinaan anggota, mmbentuk klader jamaah agar beriman, berilmu, dan beramal saleh dalam rangka mengabdi kepada Allah Swt,  untuk mencapai ridha-Nya”.
Terhadap remaja masjid yang di cita-citakan tersebut, dapat di lakukan dengan berbagai program, selanjutnya di tindak lanjuti dengan berbagai aktivitas. (Afz)*
Klik Untuk Share Artikel Ini >> Berita Pasaman - netralnews